Benyamin Davnie Terus Diserang, Pemerhati Pilkada: Mungkin Lawannya Tahu Hasil Survei Terakhir

0
629 views

BSD City – Pilkada Tangsel 2020 makin riuh. Calon petahana Benyamin Davnie terus menerus diserang kubu pesaingnya. Hampir semua gerakan Benyamin dipantau dan dicari kesalahannya bahkan ada kecenderungan sengaja dijebak untuk dilaporkan ke bawaslu atau pihak lainnya. Kondisi ini terjadi sejak komposisi tiga pasangan calon terbentuk, patut diduga ada unsur kesengajaan dari pihak pesaing Benyamin untuk membuat tim khusus pencari kesalahan dan kelemahannya.

Contoh dari upaya menjatuhkan Benyamin Davnie adalah pelaporan ke bawaslu, kepolisian, kejaksaan dan lembaga lainnya. Semua yang dilaporkan adalah sesuatu yang dibuat-buat, disetting seolah Benyamin Davnie salah atau melanggar. Bahkan para pelapor terlihat begitu bodohnya karena tidak memiliki kapasitas, pengetahuan dan keterampilan di bidang yang dilaporkannya. Ada yang melaporkan Benyamin karena tidak mundur dari jabatannya sebagai wakil walikota. Persaingan dituduh tidak adil, karena Muhammad sebagai Sekda sudah mundur tetapi Benyamin sebagai wakil walikota tidak mundur. Para pelapor terlihat dungu dan fakir pengetahuan, tidak paham aturan bahkan membedakan sekda dengan wakil walikota saja tidak mampu. Sekda dijabat oleh ASN yang wajib mundur kalau ikut pilkada, sementara wakil walikota adalah pejabat politik yang dipilih melalui pemilu dan cukup cuti kampanye jika ikut pilkada.

Pemerhati pilkada Tangsel Agusta Surya Buana menilai kondisi dimana ada tim yang sengaja dibentuk pesaing Benyamin untuk bertugas secara khusus mencari-cari kesalahan adalah tindakan tak mendidik dan bertentangan dengan semangat demokrasi itu sendiri. Pilkada menurutnya adalah ajang kontes. Berlomba menarik hati pemilih dengan menawarkan gagasan, program, solusi dan daya tarik lainnya. Pilkada adalah ajang berlomba dalam kebaikan bukan berlomba menjatuhkan. “Sengaja membentuk tim jahat untuk menjatuhkan pesaing kontes adalah tindakan zalim,” ujarnya kepada media di Kawasan BSD City, Rabu (16/9).

Agusta menambahkan, bisa jadi kubu lawan Benyamin sudah mengetahui peta persaingan terakhir. Sehingga dengan cara mengganggu Benyamin, diharapkan mereka bisa menang. “Saya menduga para pihak yang terlibat menyerang Benyamin Davnie serta terus menerus itu, mendapat perintah dari meja rapat yang di atas meja itu ada data survei terkini. Saya dengar memang elektabilitas Benyamin Davnie sulit dikejar, selisihnya sudah dua digit,” pungkasnya.

Sementara itu tim komunikasi Benyamin-Pilar tidak panjang lebar menanggapi berbagai serangan ke kubunya. Reza Ahmad hanya meminta semua pihak untuk menyukseskan pilkada Tangsel agar berlangsung demokratis, damai dan tidak memunculkan cluster covid-19. Ihwal serangan kepada Benyamin Davnie, Reza meminta semua pihak mengikuti aturan saja. Kepada penyelenggara pilkada, Reza meminta mereka berlaku saklek mengikuti aturan perundangan yang ada serta bertindak fair. “Saya kira pelaporan-pelaporan ke bawaslu, kejaksaan, kepolisian itu kan mudah sekali dibaca. Di situ bisa dilihat dengan mudah. Contohnya laporan mahasiswa dimana Pak Ben dianggap menyalahgunakan wewenang karena tidak mundur saat pencalonan, itu dengan sendirinya bisa ditolak. Itu laporan batal demi hukum,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (16/9). (*)