Siswa menyeberangi Sungai Ciberang menggunakan rakit ketika pulang sekolah, Kamis (18/7).

LEBAK – Warga Kampung Lembur Sawah, Desa Sindangsari, Kecamatan Sajira, harus bertaruh nyawa ketika akan berangkat ke sekolah. Tiap pagi dan siang hari, mereka harus menyeberangi Sungai Ciberang dengan menggunakan rakit, karena jembatan gantung yang biasa dilalui kondisinya rusak dan sedang diperbaiki.

Pantauan Radar Banten sekira pukul 12.00 WIB, puluhan siswa SD Negeri 3 Sajira yang berasal dari Lembur Sawah pulang dari sekolah. Mereka tidak bisa melintasi jembatan yang sedang diperbaiki pemerintah desa tersebut. Untuk itu, para siswa turun ke bantaran sungai. Di sana dua orang warga telah siap menyeberangkan anak-anak ke seberang sungai dengan menggunakan rakit bambu yang biasa digunakan untuk mengambil pasir.

Salman, siswa kelas VI SDN 3 Sajira, mengaku setiap hari menyeberangi sungai dengan menggunakan rakit. Kondisi tersebut membuatnya takut tercebur ke sungai. Apalagi, tidak ada pengamanan sama sekali, seperti pelampung atau peralatan lainnya.

“Sejak masuk sekolah, saya dan anak-anak di Lembur Sawah harus menyeberangi Sungai Ciberang untuk bisa sampai ke sekolah yang ada di Desa Sajira,” kata Salman kepada Radar Banten, Kamis (18/7).

Nurasiah, orangtua siswa mengaku khawatir dengan keselamatan anak perempuannya yang pergi ke sekolah dengan menyeberangi Sungai Ciberang menggunakan rakit. Untuk itu, dia tiap hari harus mengantar anaknya ketika berangkat dan menjemputnya saat pulang sekolah.

“Saya sendiri sebenarnya takut menyeberang menggunakan rakit. Bahkan, saya harus pegangan ke bambu dan gemeteran. Untuk itu, saya minta pemerintah segera menyelesaikan perbaikan jembatan ini,” ungkapnya.(Mastur)