Beras Bantuan Kurang Timbangan

Walikota Serang Syafrudin mengecek kualitas dan stok bersas di gudang beras di Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Selasa (7/7).

Syafrudin: Kurang Satu Biji Saya Tidak Mau

SERANG – Beberapa kemasan beras bantuan untuk warga rawan pangan di Kota Serang masih ditemukan kekurangan volume. Hal itu diketahui saat Walikota Serang Syafrudin mengecek satu pabrik penggilingan padi di Kelurahan Kilasah, Kecamatan Kasemen, Selasa (7/7). 

Pantauan Radar Banten, sekira pukul 14.15 WIB, Syafrudin bersama rombongan mengunjungi tiga lokasi pabrik penggilingan padi di Kelurahan Kilasah.

Kedatangan orang nomor satu di Kota Serang itu disambut oleh Kepala Dinas Pertanian (Distan) Edinata Sukarya. Di pabrik penggilingan padi pertama dan kedua, Syafrudin tidak menemukan kejanggalan.

Namun, Syafrudin meminta kemasan beras 10 kilogram itu untuk ditimbang ulang saat meninjau pabrik penggilingan padi yang ketiga. Tiga sampai empat beras kemasan itu ditimbang. Ternyata, timbangan beras itu kurang 3 ons atau 300 gram.

Hasil itu membuat Syafrudin kesal. Dia langsung menegur Edinata Sukarya yang berdiri di sampingnya. Raut wajah tak suka Syafrudin itu membuat kalang kabut sebagian orang di lokasi.

Sebelum meninggalkan lokasi, Syafrudin meminta Distan segera mengemas ulang beras-beras yang tak lama lagi akan disalurkan bagi masyarakat. “Ini bantuan bagi masyarakat. Jangan sampai kurang, segera dibereskan. Saya pengen secepatnya,” tegasnya. 

Kata Syafrudin, Distan berperan untuk mengawasi pihak ketiga yang membeli dan mengemas 224 ton beras itu dari petani di Kecamatan Kasemen tersebut. “Ini semua dari petani di Kasemen,” terangnya.

Namun, kata Syafrudin, secara umum persedian beras untuk warga pangan dalam kondisi baik.

Syafrudin hanya menemukan 5.000 kemasan beras dengan berat masing-masing 10 kilogram yang tak memenuhi timbangan. “Di sini (pabrik ketiga-red), yang 50 ton (5.000 karung-red) kurang dari 10 kilogram. Pokoknya, baik satu ons (100 gram-red) atau satu biji saya tidak mau. Ya, pak Kadis (Distan-red)” tegas Syafrudin.

Dijelaskan Syafrudin, penyaluran beras paling lambat dilaksanakan Agustus 2020. Calon penerima memiliki kriteria, yakni kelompok masyarakat rentan pangan, buruh tani, petani penggarap, petani pemilik tanah dengan luasan kurang dari satu hektar dan warga yang belum menerima bantuan sejenis dari pemerintah. “Dari 225 ton akan disalurkan dua kali dari bulan Agustus sampai Desember,” katanya.

Sementara Kepala Distan Kota Serang Edinata Sukarya mengaku akan segara memperbaiki kekurangan pada 5.000 kemasan beras tersebut. 

“Iya ada kekurangan timbangan, harus ditambah. Harus diselesaikan,” katanya.

Kata Edinata, penyebab kekurangan timbangan tidak disengaja. Ia berharap persoalan tersebut bisa terselesaikan oleh penyedia beras. “Permintaan pak Wali tadi, terkait dengan kekurangan. Makanya secepatnya diselesaikan,” katanya.

Dikatakan Edinata, beras bantuan yang dianggarkan Rp2,3 miliar lebih itu akan disalurkan usai data penerima bantuan diverifikasi.

“Yang mendapatkan ini ada SK Walikota, tidak semudah orang akan dikasih. Pemberian ini juga tidak hanya warga Kasemen saja, tapi se-Kota Serang yang memiliki KTP Kota Serang,” pungkasnya. (fdr/nda)