Berbeda Jauh, Jumlah Penginapan Lebih Sedikit Dari Jumlah Kunjungan Wisatawan

SERANG – Jumlah kunjungan wisatawan ke sejumlah tempat pariwisata di Indonesia tidak berbanding lurus dengan jumlah kamar penginapan.

Dari catatan Kementrian Pariwisata Republik Indonesia kunjungan wisatawan ke destinaasi wisata berjumlah 12 juta wisatawan mancanegara dan 250 juta wisawatan nusantara. Sedangkan jumlah kamar hotel yang tersedia tidak kurang dari 200 ribuan kamar.
“Karena dari tahun ke tahun pertumbuhan Pariwisata berjalan positif. Makanya pemerintah juga telah menetapkan 10 destinasi unggulan  di seluruh indonesia. Karenanya kebijakan ini perlu didukung oleh berbagai sektor,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Kementrian Pariwisata RI Ahman Syah, disela Pelatihan kepariwisataan bidang kebijakan pengelolaan homestay aparatur daerah Banten, di Ledian Holet & Cottage, Kota Serang, Selasa (21/3).
Menurutnya, keberadaan penginapan guna mendukung wisatawan di destinasi wisata dianggap penting. Karena setiap kali kunjungan wisatawan ke lokasi wisata juga menginginkan tempat istirahat yang representatif. Sementara untuk saat ini jugmlah penginapan seperti homestay jumlahnya masih kurang.
“Oleh sebab itu, pemerintah berencana membangun sekitar 20 ribu homestay di sejumlah destinasi wisata. Namun begitu pembangunan homestay harus dibarengi dengan tenaga SDM yang mumpuni. Melalui pelatihan terhadap apartaur pemerintah ini, diharapkan mampu meneruskan informasi tentang pengelolaan homsestay  yang baik kepada para pengelolannya,” kata Ahman.
Dengan begitu,  homestay yang ada di sejumlah lokasi wisata bisa dijadikan tempat yang nyaman dan aman guna mendongkrak kedatangan wisatawan dari luar maupun dalam negeri.
“Pengembangan homestay bukan untuk bersaing dengan hotel. Akan tetapi ini untuk mendukung keberadaan hotel dan pemerataan. Karena itu diperlukan pemetaan homestay yang baik. Apalagi kunjungan wisatawan dipengaruhi beberapa faktor, seperti karena budaya 60 persen, alam 30 persen dan 10 persen itu faktor buatan,” tegas Ahman.
Sementara itu, di kesemptan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengakui jumlah homestay di Provinsi Banten masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Pariwisata. Karena berdasarkan pendataan terkahir tahun 2016 homestay yang tersedia hanya sekitar 21 unit.
“Dan kemaren saya juga sudah melakukan kunjungan ke kawasan desa wisata Sawarna dan ternyata sudah banyak tumbuh homestay di masyarakat, barangkali totalnya sudah lebih dari 21. Makanya kami sedang melakukan pendataan ulang kepada kab/ kota dimana di beberapa destinasi sudah tumbuh homestay. Paling banyak itu ada di Kabupaten Lebak dan Pandeglang,” katanya
Maka dari itu pihaknya, sangat mendukung kedatangan wisatawan para pengelola homestay diharapkan memahami betul keinginan dari calon wisatawan. Tidak hanya dibuat nyaman, penginapan juga hendaknya dibuat dengan aman agar wisatawan mau berkunjung kembali ke lokasi wisata yang dituju.
“Jangan sampai homestay tumbuh secara alami tanpa pendampingan dari Aparatur Dinas setempat. Alhamdulillah hari ini ada pelatihan dari Kemenpar terhadap aparatur untuk selanjutnya melakukan pendampingan kepada pengelola-pengelola homestay di daerah,” katanya. (Wirda)