Berbekal Senpi, Driver Taksi Online Jual Narkoba

Tersangka AJH (kiri) dan tersangka WM menjawab pertanyaan awak media terkait kepemilikan narkoba dan senpi di Mapolres Tangsel, Senin (9/12).

SERPONG – Berbekal senjata api (senpi) rakitan, AJH (29), nekat berjualan narkotika. Driver taksi online asal Cengkareng, Jakarta Barat ini disergap polisi, Rabu (4/12).

AJH disergap usai petugas tim Reskrim Polsek Kelapadua meringkus WM (31), Minggu (1/12). Awalnya, WM ditangkap polisi di daerah Porisjaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang. Tiga bungkus plastik klip berisi sabu-sabu seberat 0,8 gram dan lima plastik berisi daun ganja kering seberat 8 gram diamankan dari WM. “Setelah meringkus WM, tim Polsek Kelapadua melakukan pengembangan,” kata Kapolres Tangsel Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ferdy Irawan di Mapolres Tangsel, Senin (9/12).

Saat diinterograsi, warga asal Kota Tangerang ini mengaku membeli narkotika golongan satu itu dari AJH. Setelah diselidiki, polisi mendapatkan alamat kediaman AJH di Cengkareng, Jakarta Barat. “Tersangka AJH akhirnya berhasil diringkus. Di sana disita sabu seberat 0,66 gram dan satu paket daun ganja 3,52 gram,” jelas Ferdy.

Selain narkotika, polisi menemukan satu pucuk senpi rakitan jenis revolver dan empat peluru tajam kaliber 38. “Dua pucuk Air Soft Gun, Satu Pen Gun berikut 21 peluru dan 173 butir peluru ram set cal 22 merek Superfix dan satu buah sarung senjata api warna hitam,” beber Ferdy.

Hasi pemeriksaan, sambung Ferdy, AJH mengaku sabu-sabu itu dipasok oleh sosok bernama Fifi (DPO). Transaksi sabu-sabu tersebut dilakukan di Danau Cipondoh, Kota Tangerang. Sedangkan daun ganja kering itu dibeli dari seorang laki-laki yang tak dikenal di Kampung Ambon, Jakarta Barat. ”Kalau senjata apinya, dibeli dari Tokopedia. Dan kepemilikannya ilegal,” terangnya.

Sementara AJH berkilah membeli senpi rakitan dan dua pucuk Air Softgun untuk menjaga diri saat tengah bekerja sebagai pengemudi taksi online. “Buat jaga diri aja,” kilah pria yang mengaku membeli senpi tersebut dari e-commerce.

Atas perbuatannya, AJH dan WM disangka melanggar Pasal 114 atau Pasal 112 Ayat (1) dan Pasal 111 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Keduanya terancam penjara maksimal 12 tahun. Khusus AJH, polisi menambah sangkaannya Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api, Amunisi, atau Sesuatu Bahan Peledak. AJH terancam 20 tahun penjara. (you/nda/ags)