Berburu Durian di Saung Kebun Sayar Kota Serang

Menikmati durian di Kampung Bojong, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Durian sering dijuluki King of Fruits. Bukan saja rasanya yang mengoyang lidah, para pemburu durian punya sensasi sendiri saat membelah dan memakannya. Terlebih, jika itu dilakukan langsung di kebun duriannya.

Bagi Anda penikmat durian di Kota Serang, tidak harus pergi jauh-jauh. Sebab, ibukota Banten ini memiliki daerah yang cukup luas ditumbuhi sang raja buah. Salah satunya di Kampung Bojong, Kelurahan Sayar, Kecamatan Taktakan, Kota Serang.

Di kampung yang hanya memiliki jarak tempuh tak lebih 30 menit dari pusat kota, penikmat durian dapat menjumpai kebun durian yang luasnya lebih dari 125 hektare. Jenis duriannya pun bervariasi. Lebih dari 50 jenis durian lokal tersaji di kampung tersebut.

Jalan menuju lokasi juga tidak terlalu sulit. Meski ruas jalannya hanya memiliki lebar enam meter, pengendara dapat dengan mudah menuju lokasi tanpa halang rintang yang berarti.

Sepanjang jalan di Kecamatan Taktakan Kota Serang, pengunjung juga akan disajikan puluhan saung penjual durian. Mulai dari Cilowong, Sayar, hingga tembus masuk ke Desa Gunungsari dan Mancak Kabupaten Serang.

Bulan Januari menjadi waktu yang tepat. Sebab, itu menjadi puncaknya musim durian yang diprediksi selesai di akhir Februari. “Kalau musim itu dari Desember sampai akhir Februari,” kata Budin, penjual durian di Kampung Bojong, Kelurahan Sayar, Taktakan, Kota Serang, di saungnya, Selasa (29/1).

Di Kampung Bojong, Sayar, ada sekira 125 hektare kebun durian. Meski hanya panen sekali dalam setahun, di lahan tersebut ada sebanyak 50 jenis durian lebih yang tumbuh.

Namanya pun unik-unik. Durian yang diunggulkan ada sigorobrok. Durian ini memiliki tekstur tidak terlalu tebal dengan warna kuning.

“Manisnya menyengat. Makan satu biji saja beneran makannya,” aku Budin.

Bagi penikmat durian dengan daging tebal, dapat memilih durian dengan nama si beringin wayut. Tekstur daging yang tebal membuat durian ini terasa kenyal. Terlebih, warna kuning keemasannya. Durian ini menarik untuk menjadi objek swafoto.

Selain durian dengan rasa manis, penikmat juga bisa menikmati durian dengan rasa legit pahit, yaitu durian sikalahang. Menurut Budin, durian jenis ini agak aneh. “Jika diinapkan semalam rasanya seperti kolesom dengan alkohol yang tinggi,” ujar Budin.

Durian sikalahang memiliki dua jenis warna. Ada yang berwarna kuning keemasan, ada juga yang berwarna putih kental seperti susu. “Kalau sudah nginap dua hari dua malam rasanya jadi kayak peuyem atau tapai,” tambah Budin.

Pria yang sudah berjualan durian selama lima tahun itu mengaku, dalam sehari dapat menjual 100 sampai 300 buah. Pelanggannya tidak hanya dari Kota Serang. Pengunjung dari Bandung, Jakarta, Sumatera bahkan Kalimantan kerap berkunjung ke saungnya.

Untuk urusan harga, Anda tidak perlu khawatir. Setiap durian ia jual dengan harga Rp35 ribu sampai Rp50 ribu, tergantung jenis duriannya. Namun, Budin mengaku, pernah menjual durian dengan harga Rp500 ribu satu buah.

“Saya tidak tahu namanya durian apa, tapi warnanya cokelat dan kemarin dibeli Rp500 ribu,” aku Budin sembari membelah sigorobok yang kuning keemasan nan legit.

Saat Radar Banten mengunjungi Saungnya, Budin sedang sibuk melayani pelanggannya. Ada tiga rombongan yang datang pada Selasa (29/1). Salah satunya Achmad Herawandi yang sengaja datang dari Kaligandu, Kecamatan Serang, Kota Serang. Pria berkacama itu mengaku sengaja datang lantaran durian yang disajikan punya rasa yang pas dengan lidahnya. “Duriannya manis, legit, dan kering. Tidak benyek,” katanya.

Selain karena rasa, pria yang akrab disapa Endi itu mengaku lebih senang menikmati durian langsung di kebunnya. Udara yang sejuk dan tidak bising menjadi alasannya. “Di sini kan sekalian refreshing, enggak bising kayak di kota,” katanya sambil menikmati duriannya.

Pengakuan yang sama juga dikatakan Encep Haerunnasirin. Warga Kota Serang itu sengaja datang berombongan dengan rekan kerjanya. “Duriannya enak semua, enggak ada yang gagal,” akunya.

Aparatur sipil di Pemkot Serang itu memang maniak durian. Hampir tiap minggu ia berburu durian dengan rekan-rekannya. “Selain duriannya enak, udaranya di sini sejuk, jadi sekalian ngadem dan refreshing,” katanya. (Supriyono/Aas).