Pengunjung Sahara Durian Farm di Kecamatan Pabuaran.

Bagi para pencinta durian bisa mengunjungi Sahara Durian Farm (SDF), sebuah objek wisata durian tersembunyi di Desa Kaubeureum, Kecamatan Pabuaran. SDF mempunyai daya tarik tersendiri karena menyediakan 40 jenis durian.

Provinsi Banten seolah menjadi tempat berkumpulnya para pemburu durian. Hampir di setiap penjuru wilayah Banten tak lepas dari pemandangan para penjual durian. Seperti halnya di Desa Kadubeureum, Kecamatan Pabuaran, tepatnya di Kampung Cirampayak terdapat destinasi wisata baru bernama SDF yang memiliki ribuan pohon durian berbagai jenis terhampar di lahan seluas 15 hektare. SDF menjadi destinasi wisata baru di wilayah tersebut.

Menempuh perjalanan menuju SDF menghabiskan waktu satu jam dari Kota Serang dan harus melintasi pegunungan berkelok dan naik-turun. Setibanya di SDF pandangan Radar Banten tertuju pada ribuan pohon durian berjajar rapi di kebun yang terhampar sangat luas. Dari durian lokal hingga durian mancanegara bisa ditemukan di sana. Mulai dari jenis durian bawor, ajima, petruk, elay, pelem, hejo, sampai durian musang king dan duri hitam. Wanginya menggoda. Di lokasi juga disediakan kursi, meja, dan gazebo tempat menyantap si buah berduri tersebut. Tampak beberapa pengunjung sedang asyik menyantap durian.

Andri, salah seorang pemilik Sahara Durian Farm menjelaskan, penamaan ‘Sahara’ diambil dari bahasa Arab yang artinya lapang. Kebun yang memulai masa tanamnya sejak 2011 itu baru dibuka untuk umum sejak 2017. Andri terhadap tamunya selalu memberikan pengalaman terbaik. Kualitas dan kepuasan customer menjadi hal utama baginya. Pihaknya juga mengutaman musyawarah.

“Durian kan wangi, tapi belum tentu bagus. Kalau pas dibelah ternyata ada yang kurang enak bisa dimusyawarahkan, kita korting harga atau ganti (durian-red) biar sama-sama enak,” ucap pemuda asli Desa Kadubeureum ini.

Kata Andri, tempatnya tidak hanya dikunjungi pencinta durian lokal, melainkan juga pengunjung dari luar Pulau Jawa. Harga dan jenis durian yang disediakan juga variatif. Pengunjung dapat membeli kiloan atau per butir. “Kalau duriannya jelek, mentah, atau busuk, kita bisa carikan solusi,” terangnya.

Dijelaskan Andri, usahanya berkembang berawal dari hobi menanam untuk seru-seruan. Andri tiba-tiba tertarik dan semangat untuk menanam pohon durian dan mengembangkannya. “Alhamdulillah permintaan cukup banyak. Makanya kita kepikiran untuk ekspansi lagi. Sekarang kita tambah satu kebun lagi untuk dapurlah di Padarincang,” ungkapnya.

Andri berharap, SDF membawa citra baik dan ikon baru bagi Provinsi Banten sebagai salah satu surganya durian. Andri berharap, wisata yang dikelolanya bisa menjadi ikon bahwa di Banten terdapat berbagai macam tumbuhan durian. “Kita pengin memberi edukasi juga bahwa durian banyak jenisnya. Orang yang pengin tahu pohon durian, berfoto, dan seru-seruan bisa di sini,” ujarnya seraya menunjukkan sekitar SDF.

Pengelolaan dan perawatan SDF dibantu 10 orang. Katanya, SDF dikembangkan untuk menghidupkan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Kadubeureum.

“Ke depannya semoga dapat menambah wahana dan fasilitas di sini,” harap Andri sambil mempersilakan Radar Banten untuk mencicipi. (Riza Rinaldi)