Berburu Ragam Pangan Lokal di Gerai Ni’Paloka

0
643 views
PANGAN LOKAL: Kepala DKPP Budi Mulyono (kedua dari kiri) bersama para pejabat meninjau produk pangan lokal di gerai Ni’Paloka yang baru diresmikan di Jalan Letnan Jidun, Kota Serang, Jumat (24/2). FOTO: NIZAR S/RADAR BANTEN

SERANG – Pemkab Serang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) meresmikan gerai pangan bernama Ni’Paloka di Jalan Letnan Jidun, Kepandean, Kota Serang, Jumat (24/2). Gerai menyajikan pangan lokal produk olahan 12 kelompok wanita tani (KWT) di Kabupaten Serang. Selanjutnya, pengelola gerai bakal dibina dan produk bakal gencar dipromosikan.

Demikian penegasan dari Kepala DKPP Kabupaten Serang Budi Mulyono kepada wartawan usai meresmikan gerai. Acara meliputi sambutan, pembagian pangan lokal secara simbolis serta tinjauan display pangan yang sudah ditampilkan di gerai. Produk yang ditampilkan beragam, di antaranya mi yang terbuat dari bahan baku gandum, keripik dari ubi dan singkong, dan banyak lagi. Turut hadir Asisten Daerah (Asda) III Pemkab Rifah Maftuti, Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan (DPKPP) Kabupaten Serang Dadang Hermawan, dan seluruh jajaran DKPP.

Kepala DKPP Budi Mulyono menegaskan, pihaknya perlu menindaklanjuti pengembangan gerai. Di antaranya dengan cara promosi melalui media massa dan pendekatan kepada biro perjalanan. Selain membina terkait manajemen sumber daya manusia (SDM) pengelola gerai. “Kita juga perlu kerja sama dengan perbankan, baik untuk kelompok pengolah maupun pengelola gerai,” terangnya.

Menurutnya, untuk mengembangkan gerai memerlukan dukungan anggaran. Lantaran itu, pihaknya akan mengadakan forum pertemuan antara pengolah perikanan, pengolah pangan lokal, dan pengelola gerai berinteraksi dengan pihak perbankan. “Kita akan tindaklanjuti supaya gerai berlanjut,” tegasnya.

Untuk penempatan gerai di kota, lanjutnya, agar dapat menarik minat masyarakat sekitar. Setelah itu, Budi sudah merencanakan pembukaan cabang gerai di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Serang. “Ini awal mengenalkan saja dulu,” ujarnya.

Untuk izin produk dan segala macamnya, tambah Budi, segera difasilitasi dinas. Pihaknya juga akan melakukan pembinaan agar pengelola produk bisa sertifikasi. Seperti tempatnya didorong agar higienis, termasuk soal rasa juga harus standar. Katanya, saat ini produk baru dikelola 12 KWT, di antaranya dari KWT Baros, Waringinkurung, dan KWT Petir. “Lainnya masih pembinaan. Saya berharap, gerai bisa dimanfaatkan KWT dan pengelola untuk bisa mempromosikan hasil olahannya,” harapnya.

Senada disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Konsumsi dan Keamanan Pangan pada DKPP Kabupaten Serang Endang Kurnia. Katanya, gerai menampilkan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal. Dengan difasilitasinya gerai, sebagai bentuk aktualisasi KWT mempromosikan olahan pangan lokalnya. “Tujuan utamanya supaya masyarakat bisa mengurangi konsumsi beras dengan cara menyajikan kudapan dari pangan lokal yang sehat, bergizi seimbang, aman, dan halal,” jelasnya. (Nizar S/Radar Banten)