Berguna untuk Asuransi, PT ASDP Perketat Manifest Penumpang

CILEGON – Antrean pembelian tiket di loket khusus kendaraan roda empat dan lebih sudah memadati dermaga 5, Sabtu (2/7) sore. Sedangkan di loket khusus kendaraan roda dua masih terlihat lengang. Para pengguna jasa penyeberangan yang menggunakan kendaraan di PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak ini terlebih dulu dilakukan pendataan (manifest).

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, Mario S Utomo mengatakan, sejumlah pemudik yang menggunakan kendaraan terlebih dahulu dilakukan pendataan (manifest) baik menggunakan nopol kendaraan juga dengan menggunakan KTP (Kartu Tanda Penduduk) atau SIM (Surat Izin Mengemudi).

“Manifest kendaraan roda dua memakan waktu sekitar 40 detik, kalau mobil ya bisa lebih dari itu. Semua penumpang di dalam kendaraan terdata dengan menggunakan KTP juga sebelumnya mengisi formulir yang telah disediakan,” kata Mario.

Sementara itu, petugas loket kendaraan roda dua, Wibowo mengatakan, sistem pendataan tidak mengganggu antrean pembelian loket. “Kalau KTP nya sudah disediakan ya bisa cepat, yang bikin lama itu kalau penumpang belum mempersiapkan KTP nya,” ujar petugas PKL dari Sekolah Transportasi Darat asal Sumatera Selatan ini.

Namun demikian, Wibowo mengakui tidak semua pemudik membawa kartu identitasnya. Jika demikian petugas hanya melakukan pencatatan nama serta nopol kendaraan. “Kalau ada identitasnya itu berguna untuk asuransi jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Kalau tidak ada ya nantinya tidak terdata untuk asuransi,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang pemudik yang menggunakan kendaraan roda empat asal Kota Serang, Wibowo mengaku hanya didata seorang diri saja sedangkan para penumpangnya tidak dilakukan pendataan. “KTP saya iya didata, kalau keluarga yang di belakang tidak,” ujarnya. (Riko)