Berharap Berkah di Perayaan Dewi Kwan Im

Umat Budha melakukan penglepasan burung seusai melakukan ibadah di Wihara Avalokitesvara, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Rabu (17/7). Biasanya wihara ini akan ramai pada saat perayaan Hari Dewi Kwan Im yang akan digelar serentak pada Sabtu-Minggu (20-21/7).

TANGERANG – Puncak perayaan Ma Kwan Im Pouw Sat atau Hari Dewi Kwan Im mencapai kesempurnaan akan dihelat serentak di wihara-wihara di Banten pada Sabtu-Minggu (20-21/7). Sejumlah persiapan sudah dilakukan oleh masing-masing pengelola wihara.

Persiapan dilakukan sebagai bentuk penghormatan sosok yang dikenal sebagai dewi welas asih itu. Di hari puncak yang dalam penanggalan Imlek jatuh pada Lak Gwee, 18-19 tahun 2570 itu, komunitas masyarakat Tionghoa melakukan pemujaan khusus untuk mengharap berkah sang dewi translasi dari Avalokitesvara Bodhisattva itu.

Pantauan Radar Banten, persiapan sudah dilakukan oleh pihak Wihara Boen Tek Bio. Pengelola wihara yang berlokasi di Pasar Lama, Kota Tangerang itu mengecat ulang bagian pagar, langit-langit, sampai tempat pemujaan wihara. Tak terkecuali altar-altar tempat patung-patung dewa diletakkan.

Beberapa petugas terlihat membersihkan abu-abu di area ibadah jemaat sembari bersiap menyediakan dupa yang digunakan jemaat. Bahkan, pihak wihara menugaskan petugas khusus untuk menerima bantuan berupa uang, makanan, dan sembako.

Selain pengecatan, buah-buahan yang dijadikan sebagai sesaji juga sudah disiapkan. “Kita siapkan buah-buahan dan baberapa bagian wihara yang dicat ulang dan hanya dibersihkan,” kata penjaga Wihara Boen Tek Bio, Koh Kiat Eng, di lokasi, Senin (15/7).

Perayaan kesempurnaan Dewi Kwan Im tahun ini sudah mulai dilakukan sejak Jumat (12/7) pukul 21.00 WIB. Acara dimulai dengan melakukan Lak Gwee Ce Cap atau persembahan jubah untuk Dewi Kwan Im. “Gwee Ce Cap ini menggantikan jubah patung Dewi Kwan Im,” kata Koh Kiat Eng.

Selanjutnya pada Senin hingga Rabu (15-17/7), pihak wihara melakukan pembacaan doa kepada Dewi Kwan Im. Mulai Lak Gwee Cap Sa atau pembacaan Keng di depan Altar Yang Maha Suci Kwan Im, Hud Couw, Sang Kung. Kemudian, pembacaan paritta (doa) di depan altar YMS Kwan Im Hud Couw. 

“Setelah sembahyang bersama kami akan mengelilingi altar Dewi Kwan Im sebanyak tiga kali,” jelasnya.

Pada Jumat (19/7) malam acara diisi dengan Lak Gwee Cap Cit atau pembacaan Piau Bun di depan altar Kwan Im Hud Couw. Dilanjutkan Lak Gwee Cap Pee malam Cap Kauw atau acara sembahyang samkay (meja sesaji) bersama para pengurus Perk Boen Tek Bio pada Sabtu (20/7) malam. “Jelang pukul 12 malam, kami melakukan Pradaksina (mengelilingi tempat yang dianggap suci-red) ke Jalan Cilangkap-Jalan Kalipasir kembali ke Kelenteng Boen Tek Bio sebanyak tiga putaran,” papar Koh Kiat Eng.

Kata Koh Kiat Eng, pada Minggu (21/7) dilakukan perayaan Lak Gwee Cap Couw atau Hari Raya YMS Kwan Im Hud Couw mencapai kesempurnaan. Terakhir, Selasa (23/7) dilakukan Lak Gwee Ji It atau membaca keng atau doa di depan altar Dewi Kwan Im. “Ini akhir rangkaian bidang persembayangan baca Doa Lak Gwee Cap Kauw,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Pelaksana perayaan hari Dewi Kwan Im mencapai kesempurnaan 12570/2019 Koh Oteng mengungkapkan, dalam perayaan ini jemaat yang akan hadir sekira 3.000 hingga 5.000 orang. “Itu akumulasi dari hari pertama perayaan (12/7) lalu, hingga malam puncak. Untuk tujuan perayaannya, kami rayakan agar kami diberi kesehatan, berkah, dan rezeki yang melimpah,” ungkapnya.

PEMBERSIHAN RUTIN         

Sedangkan di Wihara Avalokitesvara yang berlokasi di Jalan Tubagus Raya, Banten Lama, Kasemen, Kota Serang, tidak tampak persiapan khusus. Hanya ada beberapa petugas yang melalukan pembersihan rutin pada tempat-tempat persembahyangan.

Hanya saja pada papan pengumuman wihara, terpampang jadwal pelaksanaan Hari Ma Kwan Im Pouw Sat atau Hari Dewi Kwan Im. “Karena ini sudah masuk agenda rutin, makanya tidak ada persiapan khusus,” kata humas Wihara Avalokitesvara, Asaji, di lokasi, kemarin (17/7).

Meski tidak ada persiapan khusus, sejumlah jamaah dari berbagai daerah sudah mulai datang. Mereka melakukan persembahyangan rutin dengan membakar dupa dan kertas sukin. “Kalau ini ziarah biasa. Biasanya akan mulai ramai pada hari puncak kesempurnaan Dwi Kwan Im. Mulai pagi sampai malam hari,” kata Asaji.

Asaji tidak bisa memastikan jumlah pengunjung yang bakal hadir. Namun, dari peringatan-peringatan sebelumnya, lebih dari seribu orang datang dari berbagai daerah. Terlebih wihara tersebut dijadikan persembahyangan Agama Tao, Kong Hu Cu, dan Budha sekaligus.

Menurutnya yang paling penting dari hari puncak kesempurnaan tersebut adalah doa bersama mengharap berkah welas asih dari Dewi Kwan Im. “Pada hari mencapai tingkat kesempurnaan kami juga ingin merasakan keberkahan itu,” cetusnya. (one/ken/alt/ira)