Beri Bantuan, Gubernur Rano Kunjungi Korban Banjir di Sejumlah Lokasi

Gubernur Banten Rano Karno bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah mengunjungi korban banjir di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, kemarin. (Foto: Yan Cikal)
Gubernur Banten Rano Karno bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah mengunjungi korban banjir di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, kemarin. (Foto: Yan Cikal)

GUBERNUR Rano Karno mengunjungi korban banjir di sejumlah lokasi di Pantai Carita dan Labuan, Kabupaten Pandeglang, serta posko pengungsian di Kecamatan Anyar, Kabupaten Serang, kemarin. Rano juga melayat rumah keluarga empat korban meninggal dalam mobil yang terjebak banjir di Kampung Panguseupan, Kecamatan Labuan. Pemprov menyampaikan bela sungkawa dan memberikan bantuan Rp20 juta untuk keluarga korban,.

Rano kemudian meninjau lokasi bencana dan dapur umum di Desa Teluk, Labuan. Ia menyempatkan makan siang bersama korban banjir dan para relawan serta menyerahkan bantuan kepada sepuluh korban banjir masing-masing Rp5 juta. Setelah itu, Rano yang didampingi Sekda Ranta Soeharta mengunjungi Desa Kalang Anyar, Kecamatan Anyar.

Menurut Rano, jalan yang tertutup lumpur sedang dibersihkan menggunakan alat berat. “Mudah-mudahan dalam waktu dua sampai tiga hari sudah selesai dan kembali normal,” katanya. Kata dia, 60 rumah yang hancur akan diberikan bantuan rehabilitasi yang bersumber dari APBD Banten serta bantuan pihak lain.

Sebelumnya, secara simbolis Rano menerima bantuan bagi korban banjir dari PT Pertamina di Pendopo Gubernur Banten. Bantuan diberikan Direktur Pemasaran PT Pertamina Ahmad Bambang. Bantuan berupa 1,5 ton beras, 1,5 ton gula pasir, 470 dus mi instans, 75 dus minyak goreng, 150 dus susu, 45 dus pembalut balita, 240 dus air mineral, dan 20 dus biskuit.

Pascabanjir, kata Rano, yang perlu diwaspadai juga soal penyakit. Ia pun akan menggelontorkan anggaran tak terduga dari APBD Banten untuk bencana hingga Rp35 miliar. “Semua korban akan kita bantu. Mudah-mudahan anggaran Rp35 miliar yang ada lebih dari cukup,” tandasnya.

Kepala BPBD Banten Sumawijaya mengatakan, secara umum kondisi banjir di beberapa lokasi sudah surut. “Tanggap darurat bencana itu biasanya lima hari setelah kejadian,” kata Sumawijaya.

Ia mengatakan, sejumlah bantuan dari BPBD Banten sudah diturunkan kepada para korban banjir seperti makanan, obat-obatan, selimut, genset, air bersih, air minum serta peralatan untuk membersihkan lumpur dari rumah-rumah warga yang terkena banjir.

Ia mengungkapkan, yang terkena banjir di Kecamatan Anyar sebanyak 2.209 rumah. Sebanyak 181 di antaranya rusak berat dan 50 rumah hilang tersapu banjir bandang, sawah terendam 604 hektare, enam sekolah terendam, dua jembatan putus, satu bendungan jebol, dan tiga kendaraaan hilang.

Kata dia, telah disiapkan beberapa posko untuk menanggulangi para korban yang mengungsi. Yakni, satu posko di Desa Kedung, dua posko di Desa Anyar, dan dua posko di Labuan dan Carita. “Posko terpadu kita tempatkan di SMP Kedung,” katanya.

Sekretaris BPBD Kabupaten Serang Deni Firdaus menyatakan, tenda pengungsian dan dapur umum serta posko kesehatan disiapkan di Desa Sindangmandi dan Desa Cikedung, Kecamatan Mancak. “Untuk makan korban bencana terus kita kirim,” terangnya.

Camat Cinangka Ahmad Syatiri mengatakan, puluhan rumah di Cinangka juga terendam, di samping puluhan hewan ternak hanyut. “Banjir akibat curah hujan tinggi dan penyempitan pada muara sungai,” terangnya.

Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang Doni Hermawan mengungkapkan, akibat banjir di Kecamatan Labuan dan Carita, kerugian mencapai Rp17 miliar. Mulai dari kerusakan perhotelan, ruas Jalan Labuan-Anyar, dua jembatan ambruk di Kecamatan Carita, dan sarana SDN Sukajadi yang retak serta miring diterjang air berlumpur. “Ratusan rumah warga Kecamatan Labuan mengalami kerusakan, tepatnya di Desa Teluk, Caringin, dan Kalang Anyar,” ujarnya. Selain itu, kata dia, seribu lebih warga Labuan mengungsi sejak bencana pada Senin (26/7) malam. (Radar Banten)