Berjam-jam di Warnet Daftar PPDB Online

0
1.236 views

SERANG – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) online yang bertujuan untuk mempermudah layanan justru dikeluhkan masyarakat. Sejumlah wali murid membutuhkan waktu berjam-jam di warung internet (warnet) untuk mengakses laman PPDB online tingkat SMP negeri di Kota Serang.

Anis, salah satu wali murid mengaku, menghabiskan waktu hampir empat jam di warnet untuk mendaftarkan putrinya di SMPN 1 Kota Serang. “Mau masuk ke website-nya susah. Saya dari jam sembilan pagi sampai setengah satu baru selesai,” ulas Anis, Senin (3/7).

Kata dia, untuk mendaftarkan anaknya, ia harus dua kali mengakses laman http://smpkotaserang.siap-ppdb.com. Pertama, untuk mendapatkan nomor registrasi dan kedua untuk pendaftaran. Setelah mendaftarkan nomor registrasi, ia kembali mengakses laman tersebut untuk mendaftarkan anaknya di sekolah yang berada di daerah Ciceri, Kota Serang, tersebut. Namun, pilihan sekolahnya justru tak ada. Akhirnya ia harus kembali mencoba berkali-kali. “Dan, anehnya tidak semua warnet bisa. Dalam satu warnet saja, hanya komputer tertentu yang bisa. Jadi, kami harus gantian,” tandasnya.

Saat kesulitan, ia sempat mendatangi sekolah, tapi diarahkan untuk tetap online. “Ya alhamdulillah sudah selesai setelah berjam-jam. Tinggal menunggu pengumuman 10 Juli nanti,” ujar Anis.

Ida, orangtua siswa lainnya, juga harus berjam-jam mendaftarkan anaknya. Sejak Senin (3/7) dini hari ia sudah mencoba mengakses laman tersebut dengan menggunakan laptop pribadi. “Tapi, tidak bisa. Pas di warnet baru bisa,” ungkapnya.

Ia sengaja mendaftarkan anaknya di SMPN 1 Kota Serang mengingat nilai anaknya cukup tinggi. Dengan adanya PPDB online, ia berharap tidak ada tes lagi untuk masuk SMP negeri.

“Jangan kayak dulu, nilainya tinggi tapi karena ada alasan tes jadi kalah sama yang nilainya kecil. Apalagi untuk daftar online-nya saja butuh waktu dan proses,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang Akhmad Zubaidillah mengatakan, waktu untuk PPDB online masih wajar. Sejauh ini, belum ada sistem yang menghambat. Apalagi, belum ada kepala sekolah yang menyampaikan kendala baik secara lisan maupun tertulis. “Ini masih dalam batas kewajaran, apalagi mengakses laman itu di waktu yang bersamaan,” ungkapnya.

Namun, tambah Zubaidillah, pihaknya akan mengevaluasi apabila memang ditemukan kendala dalam pelaksanaan PPDB online ini. Tahun ini merupakan kali pertama, seluruh SMP negeri, yakni sebanyak 25 sekolah melaksanakan PPDB online. Tahun sebelumnya hanya sepuluh sekolah yang melaksanakan. Diketahui, PPDB online ini akan dibuka sampai Jumat (7/7).

Kata dia, PPDB online ini sengaja dilaksanakan untuk menyosialisasikan layanan online ke masyarakat. Dengan harapan, masyarakat akan terbiasa dengan informasi teknologi sehingga tidak ketinggalan zaman dan gagap teknologi.

Zubaidillah mengatakan, penerimaan berdasarkan nilai dan zonasi. “Tidak ada tes lagi. Nanti pengumumannya dapat dilihat di online juga,” ujarnya. Dikatakan, pendaftaran ini tidak dipungut biaya alias gratis. (Rostinah/RBG)