Berkaca dari Pilkada Serentak 2015, Rano Soroti Tingkat Partisipasi Pemilih

Gubernur Banten Rano Karno
Gubernur Banten Rano Karno

SERANG – Gubernur Banten Rano Karno menyoroti tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten Tahun 2017. Hal ini dikarenakan pada Pilkada Serentak Tahun 2015 lalu tingkat partisipasi pemilih tidak sesuai dengan target.

“Trend partisipasi pemilih pada Pilgub tahun 2006 mencapai 60,38 persen, dan sempat mengalami kenaikan di Pilgub tahun 2011 sebesar 62,38 persen, dan mengalami penurunan pada Pilkada Serentak Serang 2015 (Pandeglang, Kota Cilegon, Serang dan Kota Tangsel-red) mencapai 56,67 persen dari target 70 persen pemilih,” ungkap Rano Karno dalam sambutan Launching Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2017 di Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (3/8).

Rano menjelaskan, salah satu penyebab rendahnya tingkat partisipasi pemilih yaitu sikap apatisme politik yang menjalar di masyarakat. Sehingga peran lembaga penyelenggara pemilu, KPU dan Bawaslu memiliki peran penting atas terselenggaranya Pemilukada Banten 2017.

Dalam pemilu, lanjut Rano, kemajemukan pandangan dan pilihan adalah perihal yang lumrah. Pemilu harus dipahami sebagai ruang kontestasi kebaikan bukan ajang untuk saling memburuk-burukkan.

“Banten adalah wilayah yang kosmopolismenya berlangsung sejak lama. Kita semua sudah terbiasa merayakan kemajemukan itu dengan penuh rasa syukur,” katanya.

“Mari, rayakan kemajemukan itu dengan gegap gempita. Dengan cinta, bukan dengan kebencian. Dengan tasamuh dan toleransi, bukan dengan rasa takut yang mencekam,” katanya. (Fauzan Dardiri)