Berkas Dilimpahkan, Wawan Pindah Lapas

Dok: Radar Banten

SERANG – Kejaksaan Agung (Kejagung) telah melimpahkan berkas perkara Komisaris PT Bali Pacifik Pragama (BPP) Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan ke Kejaksaan Negeri Tigaraksa pada Selasa (1/3/2016). Wawan bakal menghadapi dakwaan korupsi pada proyek rehabilitasi berat puskesmas dan pembangunan RSUD Tangsel tahun 2011 dan 2012.

“Sudah tahap kedua (pelimpahan barang bukti dan tersangka-red), dua hari yang lalu. Sekarang, masih susun rendak (rencana dakwaan-red) oleh Kejagung,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Tigaraksa Faisol melalui telepon seluler (ponsel)-nya, Kamis (3/3/2016) seperti dilansir Harian Radar Banten.

Penetapan Wawan sebagai tersangka korupsi berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Nomor 56/F.2/Fd.1/08/2014, tertanggal 12 Agustus 2014. Kejagung juga menetapkan lima orang lain sebagai tersangka. Yakni, Kabid Sumber Daya Kesehatan (SDK) dan Promosi Kesehatan (Promkes) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel tahun 2011 Neng Ulfah, mantan Kabid SDK dan Promkes Dinkes Tangsel tahun 2012 Mamak Jamaksari, Komisaris PT Trias Jaya Perkasa (TJP) Supriatna Tamara alias Athiam, Komisaris PT Mitra Karya Rattan Hardian Koosnadi, dan Direktur PT Bangga Usaha Mandiri (BUM) Desy Yusandi.

Kelima tersangka korupsi pada proyek senilai miliaran rupiah itu (lihat tabel) telah dijatuhi hukuman oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Serang. Mamak Jamaksari divonis 18 bulan penjara dan Neng Ulfah diganjar 12 bulan penjara, sedangkan Supriatna Tamara alias Athiam, Hardian Koosnadi, dan Desy Yusandi sama-sama dihukum satu tahun penjara. Mereka dinyatakan terbukti melanggar dakwaan subsider Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUH Pidana.

“(Wawan-red) tidak ditahan, kan sedang menjalani masa hukuman di lapas. Cuma dipindahkan saja, dari Jawa Barat (Lapas Sukamiskin-red) ke Lapas Serang,” kata Fasiol.

Dia tidak dapat memastikan waktu pelimpahan berkas perkara Wawan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Serang. “Belum tahu, tunggu rendak dulu,” ujar Faisol.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas II A Serang Etty Herawaty ketika dikonfirmasi mengakui telah menerima Wawan. (RB/nda/don/dwi)