Berkat GPS, Motor Hilang Balik Lagi

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso menunjukkan para tersangka curanmor saat ekspos di halaman Mapolres Cilegon, Rabu (28/11).

CILEGON – Sepeda motor matik milik Ronald Martin akhirnya kembali setelah digasak oleh komplotan pencuri. Sepeda motor dengan nomor polisi A 4998 WK selamat berkat pemilik memasang GPS atau alat pelacak posisi.

Berdasarkan keterangan dari Polres Kota Cilegon, sepeda motor Ronald digasak oleh kawanan pencuri pada 7 November 2018. Mengetahui kendaraannya hilang, Ronald pun melaporkan kejadian itu ke kepolisian.

Kapolres Kota Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso menjelaskan, sepeda motor tersebut diketahui lenyap pada pukul 22.00 WIB. Namun, berselang 15 menit kemudian korban pun langsung membuat laporan ke kepolisian.

Saat itu korban mengaku telah memasang GPS pada sepeda motornya itu. Mengetahui hal itu, korban bersama petugas piket siaga Satreskrim langsung menuju tempat titik GPS sepeda motor tersebut yang berada di Lingkungan Arga Baja Pura, Kelurahan Kotasari, Kecamatan Grogol.

Setelah sampai pada titik GPS, lokasi itu menunjukkan sebuah kontrakan, kemudian petugas dan korban pun langsung mendatangi kontrakan itu dan melihat sepeda motor milik korban terparkir di halaman kontrakan dengan keadaan tidak berpelat nomor.

Selain mengamankan barang bukti, polisi pun mengamankan tersangka bernama Ragil Bayu Pamungkas dan Bagus Priambodo. Setelah dilakukan interogasi, tersangka mengaku menjalankan aksi itu dengan sejumlah rekannya yang lain.

Kemudian pada Jumat (9/11) sekira pukul 04.00 WIB, petugas mengamankan Edi Faisal di depan bengkel Pagebangan, Kota Cilegon. Setelah itu tim melakukan pengembangan dan mengamankan Arya Sakti dan Yopi.

Selanjutnya, tim pun mengamankan anggota komplotan lainnya, yaitu Sandi dan Vero di dalam rumah kontrakan di Lingkungan Jombang Kali, Kelurahan Citangkil. Dari penangkapan itu dilakukan pengembangan dengan menangkap seorang penadah bernama Sastra Diharja, warga Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol. “Kita mengamankan sepuluh unit sepeda motor. Ini masih kami kembangkan apakah ada di TKP lain, baik di seputar Cilegon maupun di tempat lain,”  ujar Rizki saat menggelar keterangan pers, Rabu (28/11).

Dengan pengungkapan kasus itu, Rizki mengimbau masyarakat agar mencontoh apa yang dilakukan oleh korban. “Hikmahnya karena pelapor telah memasang alat GPS sehingga ini bisa terungkap. Ini pembelajaran yang bagus bahwa inisiatif pengamanan bisa diinisiasi oleh kita sendiri sebagai pemilik kendaraan,” ujarnya.

Ragil, salah seorang tersangka, mengaku terpaksa mencuri karena terhimpit utang. Menurutnya, kendaraan yang ia curi dijual untuk keperluan sehari-hari.

Untuk melancarkan aksinya, Ragil mengaku menggunakan kunci leter T. Kemampuannya membobol kunci sepeda motor diakuinya dipelajari secara otodidak. “Awalnya sama teman lihat-lihat saja,” ujarnya. (Bayu M/RBG)