Berkedok Gadai Kontrakan Tipu Miliaran

0
778 views
Ilustrasi

PAMULANG – Belasan orang berkumpul di Mapolsek Pamulang, Sabtu (18/7) pagi. Mereka mengaku korban penipuan dari komplotan Lia Gusti Wulandari yang berkedok gadai kontrakkan.

Salah satu korban yang datang adalah Ika. Kata Ika, korban berjumlah 17 orang dengan nilai mencapai Rp2 miliar lebih.

“Korbannya ada 17 orang, kita bikin grup WA. Kalau kerugian semuanya bisa mencapai Rp 2 miliar,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (18/7).

Ika mengenal Lia beberapa waktu lalu. Dia menawarkan sebuah kontrakan di daerah Pondok Aren yang digadaikan sebesar Rp75 juta. Ika percaya lantaran saat itu anggota komplotan Lia berperan sebagai penjaga kontrakkan.

“Seperti saat kasus kontrakan, ada nenek-neneknya, ada penjaganya, yaitu mendukung semua, sepertinya komplotan,” katanya.

“Saya pendananya, ketemu dengan pemilik kontrakan dan ngobrol di rumah pelaku, jadilah Rp75 juta. Besoknya saya dikasih surat,” jelasnya.

Namun, sebelum jatuh tempo pembayaran, Ika diajak berbisnis jual beli timun suri oleh Lia. Ika diiming-imingi untung 40 persen dari modal. Lantaran percaya, Ika mengirim uang Rp10 juta kepada Lia. “Transfer lagi saya Rp10 juta. Sudah Rp85 juta,” ungkapnya.

Belum selesai bisnis timun suri, Ika diajak kembali berbisnis jual beli bahan dari Pelabuhan Tanjung Priok. Modalnya Rp50 juta dengan keuntungan Rp10 juta.

Tidak lama, Lia kembali datang menawarkan rumah kontrakan yang dijual pemiliknya. Lia mengatakan, pemilik rumah sedang butuh uang lantaran anaknya tersandung kasus narkoba.

“Saya diminta nebusin, kalau ditebusin, kita cuma perlu uang Rp150 juta. Dari saya Rp100 juta, dari dia Rp50 juta. Terus habis itu dijual rumah kontrakannya, sudah ada yang mau beli Rp500 juta,” tuturnya.

Ika sudah memberikan uang ratusan juta kepada Lia namun, semua yang dijanjikan tidak kembali. Ika pun berpikir untuk menjual rumah kontrakan yang sertifikatnya dia pegang.

Namun, setelah dicek di Badan Pertanahan Nasional (BPN), sertifikat yang dipegangnya palsu.

“Saya curiganya, kok keuntungan ketimun suri enggak ada, konveksi enggak ada, surat tanah yang ada di saya, kepikiran saya mau ke BPN, ternyata katanya orang BPN palsu,” tuturnya.

Sementara Kapolsek Pamulang Kompol Supiyanto menyangkal jika korban mencapai 17 orang. Dalam kasus itu setiap korban modusnya berbeda-beda, dari mulai gadai kontrakan sampai dijanjikan kerja.

“Tidak ada 17 orang korbannya, jumlah itukan karena keluarga yang datang. Korban sebenarnya hanya 6 orang,” ujarnya.

Supiyanto menambahkan, tak lama mendapat laporan anggotanya langsung bertindak mencari pelaku. Lia diamankan di rumah sakit lantaran masih menjalani proses persalinan.

“Sudah kita tangani, sudah diperiksa dan pelaku ada di rumah sakit mau melahirkan,” tambahnya.

Supiyanto mengimbau, jika ada masyarakat yang menjadi korban lain untuk segera melapor ke Polsek Pamulang. “Kalau ada merasa jadi korban, segera lapor ke penyidik berikut bukti-buktinya,” tutupnya. (rbnn/nda)