Berkunjung ke Tangerang, Iman Ngebet Jadi Pengurus DPP Golkar?

Ilustrasi/ Dok: Radar Banten

TANGERANG – Belum lama ini, Walikota Cilegon Tb Iman Ariyadi berkunjung ke Tangerang. Di sana, Iman menemui Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tangerang, Abdul Syukur
dan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang A Zaki Iskandar. Ada apa?

Seperti dilansir Harian Radar Banten, Abdul Syukur membenarkan pertemuan dengan Tb Iman Ariyadi di rumahnya tersebut. Dalam pertemuan tersebut, dibicarakan banyak hal, dari Munaslub Partai Golkar, Pilgub Banten, hingga keabsahan pengurus DPD Partai Golkar Banten.

“Namanya sama teman, banyak yang dibicarakan. Tapi karena kita sama-sama kader partai, mau tidak mau obrolannya seputar politik. Termasuk isu politik kontemporer di Banten,” kata Syukur, kemarin.

Syukur juga mengungkapkan keinginan Iman Ariyadi untuk bisa menjadi pengurus DPP Partai Golkar. Alasan Iman mau jadi pengurus, kata Syukur, karena sudah waktunya kader Golkar dari Banten berada di jajaran DPP. Apalagi Banten merupakan lumbung suara Golkar, masa sudah berkonstribusi tidak ada kadernya yang masuk di pusat.

“Intinya Pak Iman ingin kader Golkar di Banten, masuk kepengurusan DPP hasil Munaslub nanti. Lah, saya mah mendukung saja kalau memang Pak Iman mau jadi pengurus. Kan keren juga punya teman ada di pusat,” katanya.

Ditanya jadi Ketua DPP, ia menampiknya. Menurutnya untuk menduduki jabatan tersebut perlu proses dan posisi yang paling cocok saat ini kader dari Banten baru jadi pengurus saja.

Syukur juga menceritakan tentang kepengurusan DPD Partai Golkar Banten. Ada dua versi dalam memandang pengurus Golkar di Banten. Satu, kepengurusan sah dan kedua perlu ada rombakan. Yang meminta perombakan berdasarkan kepada SK Menkumham tentang Munas Riau yang habis 31 Desember 2015 lalu. Versi kedua, kepengurusan tidak perlu dirombak karena baru saja diselenggarakan Musda beberapa waktu lalu. “Jadi banyak yang dibicarakan. Kalau ngomong masalah pengurus DPD Banten, saya ikut alur saja. Nanti kalau masalah di DPP kelar baru bersuara. Nggak enak kalau bicara sekarang, nanti malah kisruh lagi,” ujarnya.

Begitupun soal Pilgub Banten, Syukur mengaku belum ada keputusan resmi partai, siapa yang akan diusung. Sekarang masih melihat elektabilitas dari tokoh yang mau maju. Bila ada yang mengklaim sudah didukung partai, ia melihat sah-sah saja. Namun dalam pencalonan, tetap ada mekanisme yang dilalui.

Sayangnya, belum didapat konfirmasi dari A Zaki Iskandar. Namun sebelumnya, Zaki sempat berkomentar tentang bursa Pilgub Banten dari Partai Golkar. Zaki menganggap, perubahan konstelasi yang kerap mengejutkan adalah bagian terkecil dari iklim demokrasi yang kian maju. Kader-kader Partai Golkar pun dituntut terbiasa menghadapi ini.

”Wajarlah, karena kita hidup di alam demokrasi. Suhunya kadang berubah-ubah,”  ujar Zaki, Jumat (5/2/2016) pekan lalu.

Soal namanya disebut-sebut sebagai kader yang kemungkinan masuk dalam daftar survei kandidat cagub Banten, Zaki memandang, ini bagian dari membangun kekuatan Golkar untuk memenangkan pertarungan. ”Kan ada hitung-hitungannya. Toh semua partai seperti itu,” imbuhnya.

Menurut Zaki, dari hasil survei, DPP bisa melihat kadar popularitas maupun elektabilitas kandidat yang bakal diusung. ”Partai pasti berupaya, jagoannya bisa menang. Maka tidak hanya popularitas, tapi tingkat keterpilihan dihitung,” ujar Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Tangerang itu.

Yang pasti, apa pun yang terjadi saat ini, menurut Zaki adalah hal positif dalam membangun kerangka kekuatan partai. ”Kalau boleh memilih, saya ingin tetap melanjutkan tugas saya sebagai Bupati. Tapi jika melihat posisi saya sebagai kader, tentu saya siap menjalankan rekomendasi partai,” tegasnya. (RB/dus/asp)