Cuti kampanye selama empat bulan dimanfaatkan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Tangerang A Zaki Iskandar dan Mad Romli untuk lebih dekat dengan warga. Doa dan harapan dari warga terus mengalir bagi keduanya.

IRING-iringan para wanita berbaris rapi di depan sebuah rumah. Bunyi rebana ditabuh dan suara salawat mengalun mengisi pagi di Kantor Sekretariat Bersama Sahabat Zaki (Bersahaza) di Perumahan PWS, Tigaraksa, Kamis (15/2). Seperti sedang menyambut sosok spesial yang datang bertamu.

Beberapa saat kemudian, suara salawat semakin banter diucapkan saat Mobil Innova berwarna hitam menyambangi kantor tersebut.

Di bawah rintik hujan yang mengguyur Tangerang sejak malam, Calon Bupati Tangerang periode 2018-2023 A Zaki Iskandar datang sendirian. Tanpa ajudan dan payung, ia menyalami para ibu-ibu yang sejak tadi membawakan Salawat Sunda. Tak lama kemudian, iringan wanita itu melakukan saweran beras kuning serta doa salawat.

Ya, penyiraman beras kuning bercampur kunyit dan uang logam merupakan ritual yang berisi doa keselamatan dan kesejahteraan bagi orang yang disawernya. Disambut seperti itu, Zaki terlihat tersenyum sembari menyalami semua orang yang menyambutnya. Dikatakannya, kedatangan tersebut merupakan silaturahmi bersama pengurus Bersahaza.

”Mau hujan sampai kaki kena becek, ya kerjaan saya cuma keliling begini. Ketemu warga dan menanyakan harapannya ke depan bagi Kabupaten Tangerang. Saya mengucapkan terima kasih banyak atas sambutannya,” tutur Zaki yang disambut gelak tawa hadirin.

”Saya berpesan dalam kegiatan silaturahmi ini agar para relawan Bersahaza tetap bersikap dewasa dan selalu mengedepankan perilaku yang baik dan humanis,” ujar pria yang merupakan Dewan Pembina Bersahaza itu.

Tak lupa dirinya mengingatkan pengurus Bersahaza untuk mengajak relawan lainnya agar langsung ke tengah masyarakat membawa pesan supaya datang ke TPS pada pelaksanaan Pilkada 2018. ”Mari kita semarakkan pesta demokrasi nanti,” jelasnya.

Sementara, Ketua umum Bersahaza Hasan Doni mengatakan, dalam kunjungannya tersebut, pihaknya memberikan penghargaan yang bertulis bapak pembangunan. ”Sebagai bentuk penghargaan kepada pak Zaki, kami memberikan piagam penghargaan dan kami menjulukinya sebagai bapak pembangunan,” terangnya.

Doni menambahkan, keberhasilan menjadi pemimpin sudah dirasakan oleh warga dengan meningkatnya pembangunan di semua bidang, mulai dari pembangunan jalan dan jembatan, sarana keagamaan, stadion mini di 29 kecamatan.

”Relawan Bersahaza siap mengawal Zaki dan Mad Romli untuk kembali memimpin Kabupaten Tangerang pada periode kedua,” ujarnya.

Berbagai persiapan, sambungnya, salah satunya menyosialisasikan agar para pemilih di 29 kecamatan bisa datang ke TPS. ”Rencananya kami juga akan melakukan bimbingan teknis dengan semua relawan dan menghadiri sosialisasi kampanye damai pada tanggal 18 Februari mendatang,” ujarnya.

Sore harinya, Zaki ikut ambil bagian dalam sebuah diskusi bertema Mencari Pemimpin Berkualitas, di Gedung Sindo, Jakarta Pusat. Dalam diskusi tersebut, Zaki memaparkan bagiamana menjadi sosok pemimpin yang baik di tengah masyarakat yang heterogen seperti Kabupaten Tangerang. ”Intinya. masyarakat harus percaya dahulu bahwa sang pemimpin tersebut bisa merealisasikan janji politik,” terangnya.

Zaki mengatakan, salah satu program yang telah terealisasikan semasa menjabat adalah membuat program sanitasi sekolah di tingkat SD, SMP, hingga SMA. Menurutnya program tersebut penting dan mampu merubah pola hidup sehat pada siswa.

Sanitasi tersebut, kata Zaki dibangun di lima sekolah dasar. Rencananya ke depan Ia juga akan membangun sanitasi bagi sekolah madrasah maupun pesantren-pesantren apabila kembali dipercaya sebagai bupati. ”Setelah sanitasi sekolah masuk ke sekolah dasar yang lima tahun, kemudian nah ini artinya ketika kita akan tawarkan untuk madrasah untuk pesantren,” tuturnya.

Menurutnya seorang pemimpin yang baik harus mampu mendengar aspirasi rakyat dan kemudian mengimplementasikan aspirasi tersebut.

Hal senada juga disampaikan Calon Wakil Bupati Tangerang Mad Romli. Pada hari pertama, dirinya lebih disibukkan dengan agenda-agenda silaturahmi ke tengah masyarakat dan undangan warga. Sekaligus disibukkan mengemas barang pribadi di kantornya, DPRD Kabupaten Tangerang.

”Sudah mulai dicicil (packing-red), lalu ikut acara kenduri warga, mereka juga banyak cerita kepada saya mengenai keluhan-keluhan seperti jalan rusak yang lama diperbaiki,” terangnya kepada Radar Banten, Jumat (16/2).

Dalam kunjungan tersebut, tak lupa dirinya membawa catatan sendiri. Semua keluhan itu dirangkum dalam catatan baik di gawai pintarnya dan note. ”Saya catat apa keluhan mereka,” tandasnya. (Togar Harahap/RBG)