Berubah Pikiran Ingin Pulang dari Wamena, Nita: Pemprov Sudah Tawarkan dan Berikan Bantuan

SERANG – Nita Puspita Sari bersama anak dan keponakannya masih bertahan di Wamena. Sempat menolak untuk dibawa ke Banten, Nita berubah pikiran dan ingin dipulangkan dari Wamena.

Namun dirinya mengakui sudah pernah diminta Pemprov untuk balik ke Provinsi Banten. Bahkan sudah mendapatkan bantuan uang senilai Rp5 juta.

Saat itu, dirinya yang berprofesi sebagai guru memilih bertahan karena masih ada tugas mengajar. Selain itu, masih ada delapan keluarga dari berbagai daerah seperti Madura, Sumatera, Timor yang mengungsi di rumahnya. Atas alasan tersebut, Nita yang berasal dari Kabupaten Lebak memilih bertahan di Wamena.

“Memang dari awalnya saya belum berkenan eksodus ke Jayapura untuk dibawa ke Banten. Jadi saya masih ada pertimbangkan yang saya pikirkan,” katanya saat dihubungi Radar Banten via sambungan telepon, Selasa (8/10).

Nita juga tidak menampik sudah mendapat bantuan dari Pemprov Banten yang diberikan melalui aparat keamanan setempat. Bantuan senilai Rp5 juta itu, diterima pada Sabtu (5/10). “Betul ada bantuan dari Gubernur Banten senilai Rp5 juta, yang dititipin lewat aparat,” katanya.

Setelah mendapat izin cuti mengajar dan pengungsi dari rumahnya sudah dievakuasi keluar Wamena, Nita pun berubah pikiran. Ia menginginkan bisa ikut dipulangkan dari Wamena. “Harapan saya untuk bisa dari Pemprov berkenan memulangkan saya, anak-anak saya dan sepupu,” katanya yang mengaku masih di Wamena.

Seperti diketahui, Tim Kemanusiaan Pemprov Banten sudah memulangkan 28 warga Banten yang terdampak kerusuhan di Wamena dan sekitarnya. Tim juga masih ada di Sentani untuk menyisir warga yang masih tertahan.

Tim yang dibantu Tagana Jayapura Papua dan aparat kemanan membuka posko hingga Kamis (10/10). Laporan yang diterima Radar Banten dari tim kemanusiaan Pemprov Banten di Sentani Papua, ada sepuluh orang lagi yang menyusul akan dipulangkan Rabu (9/10).

Kepala Dinsos Banten Nurhana membenarkan masih ada timnya yang di Sentani Jayapura. Terkait soal Pani, ia mengatakan sudah pernah menawarkan pulang dan yang bersangkutan sudah diberikan bantuan senilai Rp5 juta. “Kalau sekarang mau pulang bisa koordinasi dengan tim di sana, dan kami tidak masalah untuk memulangkannya,” kata Nurhana yang pada saat Tim Kemanusiaan Pemprov ke Sentani ikut melakukan penyisiran warga Banten di Papua. (Ken Supriyono)