Betonisasi Delapan Jalan di Cilegon Telan Rp29 Miliar

Para pekerja sedang melakukan pengerjaan betonisasi Jalan Pangeran Antasari, Kecamatan Cilegon, Jumat (3/8) siang. Proyek yang menelan dana besar itu diharapkan membuat jalan di Cilegon mulus.

CILEGON – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Cilegon kembali melaksanakan proyek betonisasi jalan. Pada kegiatan itu, Dinas PUTR menggelontorkan anggaran hingga Rp29 miliar.

Sekretaris Dinas PUTR Cilegon Muhammad Ridwan mengatakan, ada sejumlah jalan yang sedang dilakukan betonisasi. Di antaranya Jalan Pangeran Antasari dan Blok F, Kecamatan Cilegon, serta Curug Madrasah, Kecamatan Citangkil. “Kurang lebih ada enam hingga delapan titik, saya kurang begitu hafal. Datanya ada di Bidang Binamarga,” kata Ridwan, Jumat (3/8) siang.

Ridwan menambahkan, betonisasi merupakan upaya peningkatan kualitas jalan. Sebelumnya, jalan-jalan tersebut masih berlapis aspal. “Kalau jalan aspal itu mudah rusak, biaya perawatannya tinggi. Berbeda dengan jalan beton. Selain kokoh, biaya perawatannya rendah,” imbuhnya.

Betonisasi dilakukan secara serentak. Rata-rata di setiap proyek, jadwal penyelesaiannya kurang lebih tiga bulan. “Ini memang serentak, dimulai sejak pertengahan Juli. Ada yang 70 hari kalender, ada pula yang 90 hari kalender penyelesaiannya,” jelas Ridwan.

Menurut pria yang juga Ketua Umum Pengprov Pertina Banten itu, pihaknya sedang mengusulkan proyek betonisasi lanjutan dalam APBD Perubahan 2018. Ia meyakini, pelaksanaan proyek akan berlangsung tepat waktu.

“Betonisasi dari anggaran APBD murni kenapa dimulai pada Juli, karena kami fokus pada kelengkapan dokumen-dokumen sebelum proyek dimulai. Semuanya saya yakin akan sesuai target pengerjaan, tidak akan ada yang molor,” yakin Ridwan.

Sementara itu, sejumlah pelaku usaha mengeluhkan keberadaan proyek betonisasi. Salah satunya diungkapkan Yusuf Alawinsyah, pedagang barang elektronik di Jalan Pangeran Antasari, Temu Putih, Kecamatan Cilegon. “Jalan ini sempat ditutup total, sekarang sih dibuat buka tutup. Pelanggan saya sulit mencapai toko. Jadinya sudah sepekan lebih jualan sepi,” keluhnya.

Akan tetapi, ia mendukung program betonisasi demi kelancaran pembangunan di Kota Baja. “Intinya, kami mendukung, toh ini juga untuk kebaikan bersama. Tapi, omzet saya jelas turun selama proyek ini (betonisasi-red) berjalan,” tandasnya. (Andre AP/RBG)