BI Banten Dorong Digitalisasi UMKM

0
588 views
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten Erwin Soeriadimadja (empat dari kanan) bersama perwakilan pemerintah daerah saat peluncuran QRIS bagi UMKM Kriya dan UMKM Pendukung Pariwisata, Senin (14/9).

Luncurkan QR Code Indonesian Standard (QRIS)

SERANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten meluncurkan QR Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendorong digitalisasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Senin (14/9). Peluncuran QRIS ini dikhususkan bagi UMKM Kriya dan UMKM Pendukung Pariwisata di Provinsi Banten.

Dalam acara peluncuran QRIS juga dibarengi acara penandatanganan nota kesepahaman dengan dua perbankan. Yakni, Bank bjb dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak dan BRI dengan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Serang. Hal itu  untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).

Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, peluncuran QRIS  sebagai bentuk dukungan BI dan pemda untuk mendorong pelaku UMKM di Banten dalam melakukan digitalisasi. “Ini juga untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia,” katanya.

Kata  Erwin, sebagai penopang ekonomi utama perekonomian di daerah, BI Banten terus mendorong pelaku UMKM mengadopsi platform digital termasuk dalam sisi pembayaran menggunakan QRIS. “Karena digitalisasi UMKM, ekonomi dan juga keuangan merupakan sudah tuntutan, mengingat peran UMKM memiliki dampak yang besar untuk mewujudkan daya tahan perekonomian, serta tren kebutuhan saat ini akan layanan keuangan yang cepat, efisien, dan aman serta sudah jadi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Menuju ke arah tersebut, BI merumuskan blue print sistem pembayaran Indonesia tahun 2025 untuk  membangun ekosistem yang sehat sebagai pemandu perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia. QRIS merupakan standar sistem pembayaran Indonesia yang menyatukan berbagai aplikasi sistem pembayaran yang ada pada saat ini.

Hingga 4 September 2020, jumlah UMKM pengguna QRIS di Banten sudah 274.969 merchant. “Per tanggal 4 September 2020, pengguna QRIS di Banten sangat membanggakan, tercatat 274.969 merchant yang membuat Provinsi Banten terangkat sebagai provinsi terbesar keempat secara nasional yang telah mengadposi QRIS,” pungkasnya.

Sementara, Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemenko Marves, Odo RM Manuhutu mengatakan,  dari capaian 1,97 juta UMKM yang sudah beralih ke platform digital, sebagian besar masih ada di Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Banten. “Banten berkontribusi lima persen dari 1,97 juta UMKM,” ujarnya.

Ia  mengajak pemda dan pemerintah pusat terus mendorong pelaku UMKM beralih ke platform digital. “Karena pencapaian 1,9 juta UMKM ini adalah capaian kita bersama dan kita selalu harus mendorong semangat gotong royong untuk menembus sekat-sekat menghambat kemajuan Indonesia. Kita perlu mengumandangkan kerja sama, kerja sama, dan kerjasama,” kata Manuhutu.

Selain memiliki daya tahan terhadap pandemi, menurut dia, penggunaan teknologi juga bisa menjadi solusi dan memberikan kemudahan bagi UMKM untuk menjalankan bisnis. “Apalagi, UMKM-UMKM yang beralih menggunakan platform digital mengalami peningkatan penjualan. Namun, ada satu hal yang kiranya temen-temen BI ataupun di daerah melihat-lihat bagaimana bisa menstimulus permintaan itu dari demand-nya,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, Kemenko Marve mangapresiasi upaya BI Banten dan pemerintah daerah dalam mendorong UMKM agar terhubung platrom ke digital. “Kita mengapresiasi karena BI sudah memfasilitasi sejumlah UMKM untuk terhubung dalam pemasaran platform digital, baik melalui e-comerce, marketplace, kemudian akses keuangan digital melalui financial technologi, hingga platform transaksi pembayaran digital seperti internet banking,” tegasnya. (*)