BI Banten Siapkan Rp2,56 Triliun Uang Baru

Manajer Fungsi Koordinasi dan Komuniksi Kebijakan KPw BI Banten Renny Maharani, Kepala Divisi Sistem Pembayaran KPw Bank Indonesia Provinsi Banten Erry Suryanto, Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah (PUR) dan Operasional Sistem Pembayaran (OSP) Albert Mario memperlihatkan uang rupiah pecahan yang bisa ditukarkan masyarakat, Rabu (8/5).

SERANG – Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw) Provinsi Banten menyediakan uang baru layak edar Rp2,56 triliun atau mengalami kenaikan 26 persen dari realisasi tahun 2018 sebesar Rp2,022 trilliun.

Demikian diungkapkan Kepala Divisi Sistem Pembayaran KPw Bank Indonesia Provinsi Banten Erry Suryanto saat ditemui di ruangannya, Rabu (7/5). Uang baru yang disiapkan Bank Indonesia Provinsi Banten ada uang pecahan besar (UPB) sebesar Rp2,2 triliun dan uang pecahan kecil (UPK) sebesar Rp360 miliar. “Uang pecahan yang banyak diminati yakni Rp10 ribu dan Rp5 ribu,” katanya.

Ia menambahkan, penyediaan uang layak edar ini sesuai dengan proyeksi dari perbankan dan ada sebagian perbankan yang mengambil stok uang layak edar di kantor pusat masing-masing di Jakarta. “Di Banten ada 27 perbankan dan baru 14 aktif,” katanya.

Menurutnya, BI Banten akan membuka 44 titik layanan dari 15 titik pada 2018 lalu untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat terutama yang belum dilayani. Pada tahun ini, ada penambahan satu mobil kas keliling lagi sehingga ada dua mobil dan lima SDM kasir baru. “Jadi bisa memberikan menambah titik layanan,” katanya.

Ia menambahkan, BI Banten juga akan melakukan rapat kordinasi bersama perbankan dan meminta komitmen perbankan untuk memberikan pelayanan maksimal baik kepada nasabah maupun masyarakat. Pelayanan ini juga untuk bukan hanya di kantor jaringan, tapi juga hadir di rest area dan pelabuhan.

“Nanti juga akan ada di Alun-alun Kota Serang, tetapi waktunya belum ditentukan,” katanya.

Saat ini, BI Banten mulai melayani perbankan yang ingin melakukan penukaran uang layak edar. Dengan begini, masyarakat bisa langsung menukarkan ke kantor jaringan perbankan terdekat. Erry juga meminta masyarakat masyarakat yang ingin menukarkan uang baru bisa di lembaga resmi untuk menghindari uang palsu atau jumlah uang kurang. (skn/aas)