BI Bersama Pemerintah Perkuat Industri Manufaktur

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersama menteri dan kepala daerah pada Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Rakorpusda) di Jakarta, Rabu (4/9). Susi K/Radar Banten

SERANG – Bank Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Rakorpusda) di Jakarta, Rabu (4/9). Tema rapat kali ini, yaitu ‘Penguatan Industri Manufaktur untuk Mendorong Perbaikan Transaksi Berjalan dan Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan’.

Rapat dalam rangka memperkuat kinerja sektor perindustrian serta mendukung pengelolaan defisit transaksi berjalan ini merupakan agenda rutin Bank Indonesia dalam rangka mengatasi permasalahan dan gap koordinasi yang terjadi di antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Pemerintah Provinsi Banten menjadi salah satu pemerintah daerah yang diundang dalam rangkaian kegiatan tersebut,” kata Kepala Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja.

Pemprov Banten diwakili oleh Sekertaris Daerah Provinsi Banten Al Muktabar. Acara diawali seminar nasional Peningkatan Interlinkage Antar Sektor untuk Mendukung Pengembangan Industri Otomotif, TPT, dan Alas Kaki.

“Dalam seminar dikemukakan beberapa permasalahan yang masih dihadapi sektor industri di Indonesia meliputi permasalahan raw material, hambatan ekspor, tenaga kerja dan insentif pemerintah,” katanya.

Ia menuturkan, beberapa isu yang dibahas dalam rapat koordinasi ini adalah terkait permasalahan penerapan perizinan daerah berbasis online single submission (OSS), infrastruktur pendukung industri, serta regulasi lain yang ada dalam sektor manufaktur. Sekretaris Daerah Provinsi Banten juga memaparkan perlu adanya pembagian otoritas dalam penerapan perizinan menggunakan sistem OSS di daerah.

“Saat ini, masih belum terdapat pembagian otoritas yang jelas antara pemerintah pusat dan daerah dalam penerapan sistem OSS,” katanya.

Ia menjelaskan, dalam kegiatan tersebut juga disoroti permasalahan infrastruktur pendukung industri di Banten khususnya pelabuhan. Pemprov Banten mengharapkan adanya peningkatan peran dari pelabuhan di Banten, ke depan dapat digunakan untuk ekspor impor yang saat ini masih dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta.

“Pemerintah Provinsi Banten mengharapkan adanya peningkatan peran industri dalam penyelesaian masalah daerah khususnya yang terkait perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Banten,” katanya.

Rakorpusda dipimpin oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo didampingi oleh Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.(skn/aas/ira)