BI Imbau Masyarakat untuk Belanja Secara Bijak

Warga sedang membeli ketan bintul di Pasar Lama, Kota Serang, sebagai makanan berbuka puasa.

SERANG – Memasuki bulan Ramadan, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Provinsi Banten meminta masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja. Berbelanja sebaiknya sesuai kebutuhan bukan keinginan sehingga barang yang dibeli bisa terpakai semua. Juga tidak perlu menimbun barang karena pemerintah menjamin ketersediaan stok barang.

Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja, Senin (27/4). “Jadi belanja sesuai kebutuhan,” katanya.

Sebelum membeli barang, lanjut dia, perlu memerhatikan kualitas dan tanggal kedaluwarsa. Jangan sampai barang-barang tersebut langsung diambil dan masuk ke keranjang belanja. “Untuk itu perlu teliti dalam berbelanja,” kata Erwin.

Erwin mengimbau masyarakat untuk bertransaksi non tunai. Selain lebih mudah, juga dapat menghindari uang tidak asli atau palsu.

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia Maret 2020, pengeluaran konsumsi untuk tiga bulan mendatang diperkirakan masih terjaga. Hal ini terindikasi dari Indeks Prakiraan Konsumsi Rumah Tangga 3 bulan mendatang sebesar 165,5 relatif stabil dibanding bulan sebelumnya. “Dalam survei tersebut, tidak tercatat ada penurunan daya beli masyarakat,” katanya.

Ia menuturukan, pada Ramadan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena ada pandemi corona. Permasalahan kesehatan ini memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang bersifat global. Hampir semua negara yang terdampak memprioritaskan keselamatan manusia dalam kebijakannya. Pandemi yang bersifat global juga membuat pelemahan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan lebih rendah dari 2019 sekitar 2,3 persen dan baru kemudian bergerak naik di tahun 2021. “Sejalan dengan hal tersebut pertumbuhan ekonomi Banten juga terpengaruh sekitar 4,8-5,2 persen lebih rendah dari 2019,” kayanya. (Susi K)