BI: Jangan Sampai Merusak Kondisi Fisik Uang

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja. Foto: SUSI/RADAR BANTEN

SERANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten mengimbau masyarakat untuk merawat dan memelihara uang rupiah dengan baik agar tetap layak edar di masyarakat.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja menanggapi uang rupiah kertas yang dijadikan bahan hiasan mahar pernikahan. Bank Indonesia masih memperbolehkan asalkan tidak dilipat-lipat menyerupai bentuk tertentu yang menyebabkan uang rusak. “Jangan sampai merusak kondisi fisik uang,” tegasnya, pekan lalu. 

Dalam kaitan itu, Erwin menjelaskan, masyarakat perlu menjaga dan merawat uang rupiah dengan baik melalui metode 5 jangan, yaitu jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi.

“Uang yang layak edar akan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengenali keaslian uang rupiah,” katanya.

Ia menjelaskan, pentingnya menjaga dan merawat uang ini sesuai dengan Pasal 25 Undang-undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menyatakan bahwa setiap orang dilarang merusak, memotong, dan menghancurkan uang rupiah.

Dalam Pasal 35 dijelaskan bahwa orang yang sengaja melakukan perbuatan dalam Pasal 25, dapat dikenakan hukuman berupa denda dan pidana. Hukuman dimaksud adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan pidana denda paling banyak Rp1 miliar. (skn/aas/ags)