BI Revisi Pertumbuhan Ekonomi Banten

0
1.057 views
Suasana perdagangan di Pasar Induk Rau, Kota Serang, akhir pekan lalu. Penjualan pakaian di pasar ini menurun saat pandemi virus corona.

SERANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten merevisi target pertumbuhan ekonomi Banten tahun 2020 dari 5,2-5,8 persen menjadi 4,8-5,2 persen. Revisi ini sebagai dampai dari pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, melalui koordinasi dengan Pemerintah, BI meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi nasional tidak akan lebih rendah dari 2,3 persen pada tahun 2020. Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, KPw Provinsi Banten meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi di Banten akan tetap tumbuh walaupun pertumbuhan pada 2020 diperkirakan lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 5,53 persen maupun proyeksi awal.

“Dengan mempertimbangkan dampak pandemic Covid-19 yang bersifat global dan cukup dalam dirasakan dampaknya kepada sendi-sendi perekonomian. Pertumbuhan ekonomi Banten diproyeksikan tumbuh dalam rentang 4,8-5,2 persen,” katanya, Senin (13/4).

Ia mengungkapkan, secara akumulatif pertumbuhan ekonomi provinsi Banten pada tahun 2019 tercatat sebesar 5,53 persen (yoy) atau menurun dibandingkan dengan posisi pada tahun 2018 yang sebesar 5,81 persen (yoy). “Revisi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 tidak terlepas dari dampak pandemi Covid-19 yang mulai terjadi pada awal tahun 2020 serta pelemahan ekonomi secara global,” katanya.

Menurutnya, BI Banten tetap memerhatikan situasi terkini dan perkembangan ke depan, baik yang bersifat regional, nasional, maupun dari sisi eksternal. Bank Indonesia akan terus mencermati kesiapan dari sektor industri dan sektor lain yang terdampak Covid-19 untuk pulih dan beroperasi pada titik optimal setelah kondisi pandemi berakhir. Hal tersebut tentunya akan memberikan daya dorong yang lebih cepat untuk pemulihan ekonomi Provinsi Banten.

“Hal ini perlu kita waspadai bersama karena masih menghadapi ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 ini berakhir, yang tentunya berpotensi memperlemah pertumbuhan,” katanya.

Ia menambahkan, secara global sektor yang pertama kali terkena dampak dari pandemi Covid-19 adalah sektor pariwisata, sektor transportasi baik udara dan laut, dan sektor otomotif. Dari sisi penawaran, Provinsi Banten sendiri didominasi oleh industri pengolahan dengan pangsa sektor industri pengolahan pada ekonomi Banten mencapai 30,26 persen. Lalu diikuti sektor perdagangan dan konstruksi berada pada posisi kedua dan ketiga dengan pangsa masing-masing sebesar 12,94 persen dan 11,22 persen.

“Sampai sejauh ini pandemi Covid-19, sektor yang paling berdampak adalah sektor transportasi yang disebabkan pembatasan bahkan penghentian sejumlah rute penerbangan. Untuk industri pengolahan, terdapat kemungkinan kontraksi pada triwulan II 2020. Hal ini disebabkan oleh kebijakan lockdown dan perlambatan ekonomi beberapa negara mitra dagang,” katanya.

Ia menuturkan, secara global sektor yang diperkirakan masih dapat tumbuh pada saat ini adalah sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial. Masuknya musim panen pada awal triwulan II diperkirakan juga dapat terus mendorong sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. “Kami juga melihat sektor makanan dan minuman berpotensi untuk bertahan pada kondisi pandemi,” tuturnya.

Saat ini, konsumsi rumah tangga masih mendominasi pangsa ekonomi. Diharapkan dengan masyarakat yang terus menjaga konsumsinya pada masa pandemi ini dapat memberikan spill over ke sektor lainnya seperti sektor perdagangan besar dan eceran sehingga terus mendorong pertumbuhan ekonomi. (skn/aas)