Biaya Balik Nama dan Denda Pajak Motor Dihapus Selama Lebih Dari Tiga Bulan Kedepan

SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten menghapus biaya balik nama kendaraan dan denda bagi masyarakat yang telat membayar pajak kendaraan bermotor miliknya. Tak tanggung-tanggung, kebijakan tersebut berlaku selama tiga bulan, dari bulan ini hingga Agustus mendatang.
“Mulai hari ini 15 Mei, tadi pukul 00:01 hingga 31 Agustus mendatang, jadi biaya balik nama kendaraan bermotor, mutasi masuk dari luar daerah, mutasi dalam daerah di hapus. Selain itu, sanksi administrasi atas keterlamabatan pembayaran pajak kendaraan bermotor pun dihapus,” ujar Kepala Bapenda Provinsi Banten Opar Sopari di kantor Bapenda Provinsi Banten, Senin (15/5).

Opar menjelaskan, program ini mengacu pada Peraturan Gubernur Banten nomor 33 Tahun 2017 tentang Penghapusan Bea Balik Nama Kendaran Bermotor Mutas Masuk Daeri Luar Daerah Dan Mutasi Dalam Daerah Serta Penghapusan Sanksi Administrasi Atas Keterlambatan PEmbayaran Pajak Kendaraan Bermotor.

“Kegiatan ini bagaimana menarik para wajib pajak untuk menyelesaikan administrasi,” papar Opar kepada awak media didampingi Kepala Bidang Pendapatan Abadi Wurianto serta sejumlah penjabat di Bapenda Provinsi Banten.

Masyarakat bisa menikmati program tersebut dengan cara mendatangi kantor Samsat di seluruh daerah di Provinsi Banten, Unit Pelaksana Teknis, gerai, atau saat program Samsat Keliling (Samling). Selain itu, khusus di bulan Ramdhan, Bapenda pun akan membuat Samsat Ngabuburit untuk menjangkau masyarakat atau para wajib pajak.

Terkait target, berdasarkan target Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten tahun 2017, target pajak daerah Provinsi Banten sebesar Rp 5,4 triliun lebih. Hingga kemarin (14/5), realisasi pajak barus mencapai Rp 1,829 triliun lebih atau 33,9 persen.

Opar melanjutkan, pajak kendaraan bermotor ditarget sebesar Rp 2,060 triliun lebih dan realisasiĀ  pada 14 Mei baru mencapai Rp 701 miliar lebih. Kemudian bea balik nama kendaraam bermotor ditarget Rp 1,959 triliun lebih dan realisasi mencapai Rp 674 miliar lebih. Pajak air permukaan, target Rp 30 miliar lebih dan realisasi Rp 11 miliar lebih. Selanjutnya, pajak bahan bakar kendaraan bermotor ditarget Rp 818 miliar lebih dan realisasi sebesar Rp 251 miliar lebih. Terakhir, pajak rokok, target Rp 574 miliar lebih dan realisasi hingga 14 Mei sebesar Rp 191 miliar lebih.
lebih cepat lebih baik, saya kira tidak apa-apa, apabila ada kesempatan lagi kita buka lagi.

Sementara itu, Kabid Pendapatan Bapenda Provinsi Banten Abadi Wurianto menjelaskan, Pemprov Banten melaui Bapenda terus berupaya semaksimal mungkin untuk menggenjot pendapatan asli daerah. Berbagai macam program telah disusun dan dilaksanakan Pemprov Banten. Salah satunya program penghapusan biaya serta denda pajak ini.

“Kita optimis bisa mencapai target pendapatan tahun ini,” ujarnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)