Bintang Sains 2019 di Kecamatan Bojonegara, Anak Tukang Ojek Jadi Finalis

Pengurus PGRI Bojonegara Umul Hayati, Pengawas Bojonegara Harwati dan Fatmawati, dua host, Pengurus K3S Bojonegara Taufik, Ketua PGRI Bojonegara Ahmad Matin, dan Pengurus K3S Bojonegara Toha berfoto bersama sepuluh finalis Bintang Sains 2019 perwakilan Kecamatan Bojonegara.

Gelaran road show Bintang Sains 2019 hari ke-22 di Kecamatan Bojonegara yang berlangsung di gedung PGRI, Jumat (8/2), mengharu biru. Salah satu peserta bernama Tubagus Islami Pasha dari SDN Ukirsari sukses membuat bangga orangtuanya yang bermata pencarian sebagai tukang ojek. Siswa kelas V itu lolos menjadi bagian dari sepuluh finalis perwakilan Kecamatan Bojonegara.

Tubagus Islami Pasha bersama ayahnya Jajuli menunjukkan piagam finalis Bintang Sains 2019 yang diraihnya.

Bintang Sains 2019 di Bojonegara diikuti 165 peserta dari 22 sekolah. Lomba dibagi dua sesi dan menyisakan 56 peserta pada babak penentuan hingga mengerucut menjadi sepuluh finalis. Persaingan sengit terasa sejak babak penyisihan. Peserta mulai berguguran ketika soal esai dibacakan. Di babak penentuan lomba berlangsung cepat hingga terpilih sepuluh finalis. Salah satunya, Tubagus Islami Pasha dari SDN Ukirsari yang diketahui anak seorang tukang ojek. Setelah menyadari lolos sebagai finalis, Pasha yang merupakan anak bungsu dari dua bersaudara itu tak kuat menahan air mata dan langsung memeluk sang ayah bernama Jajuli yang menyaksikan jalannya lomba di belakang arena.

Kepala sekolah dan guru menenangkan Pasha yang menangis haru karena lolos menjadi finalis.

Lomba juga disaksikan Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aat Supriyadi.

Sepuluh finalis Kecamatan Bojonegara didominasi SDN Bojonegara 1 dengan empat peserta dan SDN Dukuh Malang tiga peserta. Lainnya satu peserta dari SDN Kertasana, satu peserta dari SDN Bojonegara 3, dan satu peserta dari SDN Ukirsari. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Pengawas Bojonegara Harwati dan Fatmawati, Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Bojonegara Taufik, serta Ketua dan Pengurus PGRI Bojonegara Ahmad Matin dan Umul Hayati.

Usai acara, Pasha mengaku sangat senang bisa menjadi bagian dari finalis. Ia pun mendedikasikan medali yang diraih untuk orangtuanya. “Kemenangan ini berkat kehadiran ayah. Saya jadi tambah semangat dan percaya diri,” ucapnya sambil mengusap air mata yang berlinang di pipinya.

Di tempat yang sama, ayah Pasha, Jajuli tak bisa memendam rasa haru dan bangganya terhadap anaknya yang lolos sebagai finalis. “Hari ini (kemarin-red) tidak ngojek demi menyaksikan anak di Bintang Sains. Rezeki sudah ada yang atur. Enggak sia-sia, saya bangga sama anak saya,” ucapnya bangga.            

Sementara itu, Ketua PGRI Bojonegara Ahmad Yamin menilai, Bintang Sains merupakan event kompetitif dan profesional. “Bintang Sains ini mampu menjaring bakat dan potensi siswa untuk terus berprestasi,” tuturnya. (Haidaroh)