Bintang Sains 2019 di Kecamatan Ciomas, Peserta Bercucuran Air Mata

Hari kedelapan gelaran road show Bintang Sains 2019 di Kecamatan Ciomas yang berlangsung di gedung PGRI Ciomas, Selasa (22/1) semakin seru. Selama lomba diselimuti tangis dan haru para peserta. Air mata terus bercucuran dari para peserta yang tak kuat menahan rasa kecewa setelah tereliminasi dari arena lomba. Kendati begitu, semua peserta mengaku antusias dan bangga sudah menjadi bagian dari Bintang Sains 2019.

Di Ciomas, Bintang Sains 2019 diikuti 184 siswa dari 28 sekolah. Lomba diawali pertanyaan kuis berhadiah. Pengawas Kecamatan Ciomas Nasriyah mendapat kehormatan membacakan soal kuis kepada peserta. Lomba dibagi dua sesi. Sesi pertama diikuti 91 peserta dan meloloskan 42 peserta ke babak penentuan. Sesi kedua sebanyak 38 peserta dari 93 peserta yang lolos dari babak penyisihan ke babak penentuan, sehingga tersisa 80 peserta hingga mengerucut menjadi 10 finalis.

Para peserta menunggu aba-aba untuk membuka papan jawaban dari soal yang dibacakan host.

Ada yang menarik selama lomba di Ciomas. Banyak peserta perempuan menangis sedih, tak kuat menahan rasa kecewa karena salah menjawab soal yang dibacakan host. Setelah keluar dari arena, sambil menangis peserta ada yang memeluk temannya hingga lari memeluk guru pendamping dan terus meneteskan air mata. Suasana haru terus menyelimuti arena lomba pada setiap sesi.

Seperti yang terjadi pada siswa kelas V SDN Pasar, Luna yang tak henti-hentinya berurai air mata setelah keluar dari arena. Luna seperti diceritakan rekan sekelasnya Riyadi yang lolos ke babak penentuan bahwa tak kuat menahan tangis karena kegagalannya dianggap telah membuat guru dan orangtuanya yang menonton kecewa. “Kita persiapan belajar sampai empat hari, seharinya dua jam,” ungkapnya.

Sama halnya dengan siswi SDN Ciomas 1 Fatihah yang menangis sambil memeluk guru pendampingnya setelah keluar dari arena lomba. “Kecewa, coba tadi saya jawab A, pasti bisa terus ikut lomba,” ujarnya menyesal.

Pada sesi penentuan, panitia mendiskualifikasi 13 peserta karena ketahuan siswa kelas VI. Sesi penentuan dilanjutkan, satu per satu peserta berguguran pada pertanyaan esai hingga terpilih 10 finalis yang akan mewakili Kecamatan Ciomas menuju final. Finalis cukup merata, yakni tiga peserta dari SDN Pasar, satu peserta dari SDN Lebak 1, satu peserta dari SDN Pondok Kahuru, satu peserta dari SDN Ujung Tebu 3, satu peserta dari SDN Manunggal, satu dari SDN Kubang, satu dari SDN Sukarena, dan satu dari SDN Cibangbara. Ke-10 finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Pengawas Kecamatan Ciomas Nasriyah dan Rohayati, serta Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Ciomas Nana Iriana.

“Bintang Sains sangat membantu kami untuk memberikan pengalaman lebih kepada anak didik. Ikut Bintang Sains jadi punya pengalaman luar biasa,” ucap Ketua K3S Nana Iriana.

Tangisan bukan hanya milik siswa yang gagal, melainkan juga siswa yang lolos sebagai 10 finalis, yakni Raisya Nurkhasina siswi SDN Pasar yang tak kuat menahan tangis bahagia karena terharu bisa terpilih menjadi siswa terbaik mewakili Kecamatan Ciomas di tingkat Kabupaten. “Terharu, dari dulu punya cita-cita pergi ke luar negeri, semoga di Bintang Sains bisa terwujud,” harapnya.

Wali kelas SDN Ciomas 1 Siti Rohmah menyatakan, siswanya sudah melakukan yang terbaik pada Bintang Sains 2019. “Meskipun gagal, saya tetap bangga karena dia sudah masuk ke babak penentuan,” ucapnya. (Haidaroh)