Bintang Sains 2019 di Kecamatan Puloampel, Apresiasi Peserta dari Pulopanjang

Pengawas Puloampel Faturohman, Hidayat, dan Ikhlasil, dua host, Ketua K3S Puloampel Bohari, Kasubag UPTD Pendidikan Puloampel Bambang Suseno, dan Kasi Kesiswaan Dindikbud Kabupaten Serang Aat Supriyadi berfoto bersama sepuluh finalis Bintang Sains 2019 perwakilan Kecamatan Puloampel.

Hari ke-23 road show Bintang Sains 2019, Sabtu (9/2), di Kecamatan Puloampel yang bertempat di gedung PGRI, berlangsung seru dan ekspresif. Para peserta di wilayah lintas laut dari Desa Pulopanjang mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Sekadar diketahui, ada dua sekolah dari wilayah Pulopanjang yang mendaftarkan pesertanya pada Bintang Sains 2019, yakni SDN Pulopanjang dan SDN Kebalen. Saking antusiasnya, kedua sekolah bahkan mengirimkan pesertanya secara full team atau memenuhi kuota setiap SD pada lomba.

Peserta dari SDN Pulopanjang berfoto bersama sebelum lomba.

Untuk dapat tiba di lokasi, peserta beserta kepala sekolah dan guru pendamping dua sekolah dari Pulopanjang harus melintasi laut dengan menempuh perjalanan hingga 1,5 jam, berangkat pukul 06.30 WIB dan tiba pukul 08.00 WIB menggunakan perahu motor. Per sekolah harus merogoh kocek hingga Rp1 juta pulang pergi untuk biaya transportasi, itu belum termasuk pengeluaran makan dan minum selama di lokasi acara. 

Peserta Bintang Sains 2019 dari SDN Kebalen, Pulopanjang bergaya sebelum mengikuti lomba.

“Untung ombaknya lagi tenang. Kalau saja ombaknya besar, mungkin kami tidak bisa ikut lomba,” cerita Kepala SDN Pulopanjang Kamaludin yang diwawancarai Radar Banten.

Kamaludin mengaku tidak kecewa meski siswa didiknya yang diikutsertakan pada Bintang Sains gagal lolos menjadi sepuluh finalis. Menurutnya, keikutsertaan siswanya pada Bintang Sains menjadi hal baru dan pengalaman sangat berharga. “Siswa tetap senang dan bersemangat untuk belajar lagi. Bintang Sains luar biasa,” pujinya.

Ketua K3S Kecamatan Puloampel Bohari mengapresiasi peserta dari SDN Puloampel dan SDN Kebalen yang rela melintasi laut demi meningkatkan mutu pendidikan siswanya dengan ikut serta pada Bintang Sains. “Perjuangan mereka pasti akan membuahkan hasil suatu saat nanti,” yakinnya.

Bintang Sains 2019 Kecamatan Pulo Ampel diikuti 175 peserta dari 20 sekolah. Lomba dibagi dua sesi dan menyisakan 65 peserta pada babak penentuan. Selama jalannya lomba pada babak penentuan, berbagai ekspresi ditunjukkan para peserta. Ada yang teriak hingga tepuk tangan yang membuat seisi ruangan tak berhenti menggema. Peserta mulai berguguran ketika soal esai dibacakan hingga akhirnya mengerucut menjadi sepuluh finalis yang akan mewakili Kecamatan Puloampel menuju final.

Sepuluh finalis cukup merata, yakni dua peserta dari SDN Banyuwangi 2, dua peserta dari SDN Sumurlubang 2. Selebihnya satu peserta dari SDN Salira, satu peserta dari SDN Candi, satu peserta dari SDN Sumurwuluh, satu peserta dari SDN Argawana, satu peserta dari SDN Margasari, dan satu peserta dari SDN Kedungsoka 2. Kesepuluh finalis diberikan piagam dan medali yang diserahkan oleh Kepala Sub Bagian (Kasubag) Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Puloampel Bambang Suseno, Ketua K3S Puloampel Bohari, serta Pengawas Puloampel Ihlasil Ali, Hidayat, dan Faturohman.

Salah satu finalis dari SDN Candi Maryam Hayati Nufus mengaku, tak pernah menyangka bisa lolos menjadi sepuluh finalis. “Tadi grogi banget, tapi alhamdulillah lolos,” ucapnya bersyukur.

Kepala SDN Candi Juhroni menilai, wajar peserta lomba Bintang grogi selama menjawab pertanyaan dari host. “Tapi antusiasmenya luar biasa besar,” tuturnya.         

Ketua K3S Kecamatan Puloampel Bohari menilai, Bintang Sains merupakan event yang sangat mendidik dan bermanfaat. “Kepala sekolah dan guru berharap Bintang Sains diadakan lagi tahun depan,” harapnya. (Haidaroh)