Bintang Sains 2019 di Kecamatan Tunjungteja, Pecah Tangis Bahagia Guru dan Siswa

Kasi Kesiswaan Dindikbud Aat Supriyadi, Pengawas Tunjungteja Nining, Kasubag UPTD Pendidikan Tunjungteja Tatang, Pengawas Suhardi, dua host, Ketua PGRI Tunjungteja Udi Sanudi, Ketua K3S Tunjungteja Juanda, Pengawas Tunjungteja Rahmat, Pengawas Tunjungteja Aam Amalia, dan Kapolsek Petir AKP Edi Susanto berfoto bersama sepuluh finalis usai penyerahan medali dan piagam.

Hari ke-14 road show Bintang Sains 2019 di Kecamatan Tunjungteja yang diselenggarakan di gedung Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI) Teguh, Kecamatan Petir, Selasa (29/1), diselimuti rasa haru bahagia. Siswa dan guru tak mampu menahan air mata selama lomba, baik saat peserta keluar dari arena maupun yang lolos sepuluh finalis.

Bintang Sains 2019 di Kecamatan Tunjungteja diikuti 151 peserta dari 21 sekolah. Lomba dibagi dua sesi. Sesi pertama diikuti 77 peserta dan tersisa 25 peserta yang lolos ke babak penentuan. Sesi kedua dari 76 peserta tersisa 31 peserta. Sesi penentuan tersisa 56 peserta memperebutkan kuota sepuluh finalis yang akan mewakili Kecamatan Tunjungteja pada final Bintang Sains.

Peserta menangis bahagia memeluk guru pendampingnya setelah dinyatakan lolos menjadi finalis perwakilan Kecamatan Tunjungteja.

Pada pertanyaan esai sesi penentuan terutama di level kesempatan, peserta mulai berguguran. Ada yang menutup wajah dengan kedua tangan. Ada pula yang menepis dahi saat menyadari jawabannya salah. Saat keluar arena, air mata sejumlah peserta mulai bercucuran. Kekecewaan peserta akhirnya diredam senyum hangat para guru pendamping dan kepala sekolah di belakang arena lomba. Sementara, peserta yang lolos sepuluh besar meluapkan kegembiraan dengan menebar senyuman, ada pula yang mengangkat kedua tangan.

Muhamad Hakin Nazili, siswa kelas V SDN Jambu, yang gugur pada babak penentuan mengaku kecewa atas kesalahannya menjawab soal terutama soal matematika. “Sebenarnya sudah belajar, tapi lupa cara menghitungnya,” ujarnya.

Haru biru menyelimuti lomba hari itu. Kesepuluh finalis mayoritas perempuan langsung menghampiri dan memeluk guru pendamping dan kepala sekolah masing-masing merayakan kemenangan disertai tangis bahagia.

Peserta mengekspresikan kebahagiaan usai menjawab soal dengan benar.

Seperti diungkapkan siswi SDN Tunjung 1 Laela Salsabila yang mengaku terharu dan bangga bisa lolos menjadi sepuluh finalis. “Senang, terharu sama dukungan ibu guru dan kepala sekolah,” akunya.

Sepuluh finalis perwakilan Kecamatan Tunjungteja cukup merata. Yakni, tiga peserta dari SDN Majalaya, satu peserta dari SDN Tunjung 1, dua peserta SDN Tunjung 2, satu peserta dari SDN Cinumpi, satu peserta dari SDN Panunggulan 3, satu peserta dari SDN Kemang, dan satu peserta dari SDN Sukamanah. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Kepala Sub Bagian Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Tunjungteja Tatang, Ketua PGRI Tunjungteja Udi Sanudi, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Tunjungteja Juanda, anggota K3S Tunjungteja Nining, dan pengawas Kecamatan Tunjungteja Suhardi. Hadir Kapolsek Petir AKP Edi Susanto.

Sepuluh finalis mengekspresikan kebahagiaan bersama para kepala sekolah dan guru pendamping usai menerima medali dan piagam.

Kepala SDN Tunjung 1 Nining mengaku bangga karena siswanya menjadi bagian dari sepuluh finalis. Menurutnya, Bintang Sains menjadi ajang pembuktian kemampuan siswa. “Saya selalu kasih motivasi ke siswa, kalau orang lain bisa, kenapa kita tidak?” terangnya.            

Ketua K3S Tunjungteja Juanda menilai, semangat peserta selama mengikuti Bintang Sains sangat luar biasa. “Baru kali ini saya menyaksikan acara sebesar ini. Semua peserta semangat dan antusias,” ucapnya. (Haidaroh)