Bintang Sains 2019 di Kecamatan Waringinkurung, Dramatis di Sesi Penentuan

0
679 views
Ketua PGRI Waringinkurung Agus Rohendi, Kepala UPTD Pendidikan Waringinkurung Urip Sentosa, host TB Randy, Kasi Kesiswaan Dindikbud Aat Supriyadi, host Conita Amalia, serta Pengawas Kecamatan Waringinkurung Aam Amaliyah, Titin Yasaroh, dan Khoironi berfoto bersama sepuluh finalis usai penyerahan medali dan piagam.

Hari ke-12 road show Bintang Sains 2019 di Kecamatan Waringinkurung yang diselenggarakan di Gedung Guru Waringinkurung, Sabtu (26/1), berlangsung kompetitif. Hampir seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuannya menguasai mata pelajaran matematika dan IPA. Terutama pada babak penentuan, yang berlangsung dramatis. Banyak peserta yang gugur di babak penentuan tak kuat menahan tangis. Mental dan kepercayaan diri peserta menjadi penentu kemenangan.

Bintang Sains 2019 di Kecamatan Waringinkurung diikuti 180 siswa dari 24 sekolah. Lomba dibagi dua sesi. Pada sesi penentuan tersisa 46 peserta. Mereka pun bersaing memperebutkan jatah sepuluh besar. Lomba disaksikan Kepala Seksi (Kasi) Kesiswaan Bidang Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang Aat Supriyadi.

Para kepala sekolah dan guru pendamping peserta menyaksikan jalannya Bintang Sains dari sisi arena lomba.

Seperti di kecamatan sebelumnya, pertanyaan esai masih menjadi momok menakutkan bagi peserta. Terbukti, peserta banyak berguguran saat host membacakan soal esai pada setiap sesinya. Sejumlah siswa tak henti mengusap wajah sebagai tanda syukur setelah menjawab dengan benar. Ada pula yang meluapkan kegembiraannya dengan mengepalkan kedua tangan.

Pertanyaan demi pertanyaan terus dibacakan host hingga peserta berangsur mulai tersisih dari arena lomba. Hampir semua peserta yang gugur pada babak penentuan tak kuat menahan air mata, terutama peserta perempuan. Sampai akhirnya terpilih sepuluh peserta yang maju ke babak berikutnya. Sepuluh finalis perwakilan Waringinkurug cukup merata dari beberapa sekolah. Terdiri atas tiga peserta dari SDN Bina Insani, dua peserta dari SDN Waringinkurung 1, satu peserta SDN Waringinkurung 2, satu peserta dari SDN Bojong, satu peserta dari SDN Gudang Batu, satu peserta dari SDN Binangun, dan satu peserta dari SDN Nagreg. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Waringinkurung Urip Sentosa, Ketua PGRI Kecamatan Waringinkurung Agus Rohendi, Pengawas Kecamatan Waringinkurung Aam Amaliyah, Titin Yasaroh, dan Khoironi.

Guru pendamping SDIT Al-Irsyad Iif Ifdatulhayat mengaku tidak kecewa meski keempat siswanya gagal menjadi sepuluh finalis. Ia mengaku puas sudah menjadi bagian dari Bintang Sains. “Sampai masuk babak penentuan saja kami sudah bangga,” akunya.

Pengakuan serupa disampaikan Sya-sya, siswi kelas IV SDIT Al-Irsyad, yang sempat menitikkan air mata karena gugur pada babak penentuan. “Sedih karena gagal, tapi acaranya seru, jadi pengin ikutan lagi tahun depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Waringinkurung Rafiudin menilai, event Bintang Sains dapat menciptakan generasi baru yang lebih baik. Menurutnya, kejujuran, kedisplinan, dan keberanian siswa saat mengikuti lomba bisa mencetak generasi yang jauh lebih baik.      

Salah satu peserta yang lolos sepuluh finalis, Alifah dari SDN Bina Insani mengaku tak menyangka bisa mewakili wilayahnya menuju final Bintang Sains 2019. “Terharu dan senang bisa membawa nama baik sekolah,” ucapnya. (Haidaroh/RBG)

Sepuluh finalis Bintang Sains 2019 perwakilan Kecamatan Waringikurung dan guru pendampingnya meluapkan kegembiraan usai menerima piagam dan medali.