Bintang Sains 2019 Kecamatan Rangkasbitung: Bersaing Sengit Rebut Jatah 20 Finalis

RANGKASBITUNG – Hari pertama gelaran BIntang Sains 2019, Senin (7/10), diikuti 607 peserta dari 56 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Rangkasbitung. Event berlangsung di Gelanggang Generasi Muda (GGM) Ona Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Selama lomba, ratusan peserta antusias dan bersaing cukup ketat dalam memperebutkan 20 jatah finalis. 

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bersama Direktur Radar Banten dan Banten Raya TV Mashudi dan Kadindikbud Lebak Wawan Ruswandi menghadiri pembukaan Bintang Sains 2019 Kabupaten Lebak.

Lomba dibagi dua gelombang. Perjuangan ke-20 finalis tidak mudah. Bahkan, pada penyisihan gelombang kedua berlangsung dramatis. 11 peserta harus memperebutkan jatah sepuluh finalis. Setelah diberikan soal oleh host, terpilih sembilan finalis sehingga menyisakan dua peserta untuk memperebutkan jatah satu finalis. Adalah Keisa, siswa kelas V dari SD Islam Insan Karima yang sukses menjawab soal dengan benar sehingga bergabung dengan sembilan finalis lainnya. Ke-20 peserta pun akan bersaing kembali di babak grand final yang rencananya akan berlangsung November mendatang. 

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya menyerahkan hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab soal kuis dengan tepat.

Kepala SDN 3 Cijoro Lebak Sri Nuryani mengaku bangga terhadap dua siswa didiknya yang masuk 20 finalis mewakili Kecamatan Rangkasbitung. Yakni, Syafira dan Senenti.

“Kita akan persiapkan semaksimal mungkin di grand final. Terpenting bagi kami, siswa mempunyai keberanian untuk berkompetisi. Sejauh ini saya bangga atas prestasi mereka karena menyisihkan ratusan peserta,” ucapnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Lebak Abdul Malik menilai, Bintang Sains sangat aktraktif dan menghibur tanpa menghilangkan nilai subtansinya. Lantaran itu, ia mengimbau para kepala sekolah dan guru pendamping di wilayah lainnya mempersiapkan siswa-siswi didiknya agar tampil maksimal dan mengeluarkan kemampaun terbaiknya pada ajang yang rencananya akan menjadi agenda tahunan tersebut.

“Kompetisi ini mampu mengasah kemampuan anak. Apalagi, pemenang akan dibawa study tour ke luar negeri. Ini bisa menjadi rangsangan kepada anak untuk terus giat belajar,” ujarnya usai penyerahan medali dan piagam. (nce/zai).