Bintang Sains Kecamatan Cadasari: Arena Lomba Banjir Air Mata

Korwil Dindikbud Kecamatan Cadasari Nurzen, dua host, dan Ketua Cabang PGRI Kecamatan Cadasari Dedi Efendi berfoto bersama sepuluh finalis Kecamatan Cadasari.

Hari ketiga Bintang Sains 2019 Pandeglang, Rabu (7/8) diikuti peserta dari Kecamatan Cadasari. Ajang lomba pengetahuan matematika dan IPA itu diikuti 179 siswa dari 21 Sekolah Dasar (SD) Negeri. Lomba berlangsung mengharu biru. Hampir semua peserta yang gugur maupun yang lolos sebagai finalis tak kuasa menahan tangis sedih dan bahagia. Arena lomba pun dibanjiri air mata.

Bintang Sains 2019 Kecamatan Cadasari digelar di gedung PDRI Kecamatan Majasari. Lomba dibagi dua sesi. Yakni, 90 peserta sesi pertama dan 89 peserta di sesi kedua. Pada babak penentuan jalannya lomba berlangsung sengit. Beberapa soal yang dibacakan host mampu ditaklukan.

Korwil Dindikbud Kecamatan Cadasari Nurzen mengalungkan medali kepada finalis.

Peserta mulai berguguran ketika soal esai dibacakan oleh host. Sejumlah peserta yang keluar dari arena tak kuat menahan air mata. Beberapa peserta yang gugur langsung menghampiri dan memeluk guru pendampingnya. Sampai akhirnya, terpilih sepuluh finalis yang akan kembali berlaga pada babak final. Situasi serupa terjadi pada peserta yang lolos sebagai finalis yang tak kuat menahan air tangis kebahagiaan.

Salah satu peserta menerima bingkisan kuis berhadiah dari panitia.

Kepsek SDN Cadasari 1 Purnamasari mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah karena tiga dari 10 siswa didiknya yang mengikuti Bintang Sains lolos sebagai finalis. “Alhamdulillah, tiga siswi kami lolos,” ucapnya usai penyerahan medali dan piagam.

Guru pendamping memeluk siswa didiknya yang lolos menjadi bagian dari sepuluh finalis.

Ia pun menyambut lomba Bintang Sains yang dinilainya mampu meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, lomba yang digagas Radar Banten dan Banten Rayaa TV bekerja sama dengan Pemkab Pandeglang itu belum pernah diselenggarakan. “Lomba ini jadi motivasi bagi semua siswa di sekolah kami,” ujarnya.

Sejumlah peserta yang lolos menjadi finalis menangis haru.

Salah satu finalis, Nabila Putri dari SDN Cadasari 1 mengaku senang bisa lolos sebagai 10 finalis mewakili kecamatannya. Ia mangaku tegang selama mengikuti jalannya lomba. “Alhamdulilah senang masuk final. Saya akan lebih giat lagi belajar dan berdoa agar bisa membawa piala Bupati,” ujarnya.

Korwil Dindikbud Kecamatan Cadasari Nurzen berpesan agar guru pendamping lebih giat lagi membimbing siswa didiknya di sekolah agar dapat membawa nama baik sekolah dan wilayah. (her/zai)