Bintang Sains Kecamatan Cipanas: Anak Buruh Tambang Unjuk Gigi

LEBAK – Bintang Sains 2019 di Kabupaten Lebak kembali memberikan kejutan. Hari ketiga ajang pengetahuan matematika dan sains itu diikuti 281 peserta dari 27 sekolah dasar (SD) di Kecamatan Cipanas. Satu dari sepuluh finalis perwakilan kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu anak seorang buruh tambang emas. Yakni, M Danu yang merupakan siswa kelas V SDN 1 Harum Sari .

Persaingan peserta selama lomba cukup sengit. Peserta banyak berguguran pada soal esai. Sampai akhirnya, pada babak penentuan terpilih sepuluh finalis, termasuk Danu. “Walaupun kami tahu Danu langganan ranking satu dan dua di sekolah. Tapi untuk tembus sepuluh besar di Bintang Sains, surprise (kejutan) bagi kami,” ucap guru pendamping SDN 1 Harum Sari Dina Suhara bangga.

Sepuluh finalis berfoto bersama usai menerima medali dan piagam.

Ia pun berjanji akan mempersiapkan anak didiknya yang masih tersisa pada event yang digagas Radar Banten bekerja sama dengan Pemkab Lebak tersebut untuk menghadapi babak final. “Peluang untuk menjadi yang terbaik sangat terbuka. Beruntung Cipanas dilombakan di awal sehingga kita bisa menyiapkan dan mengevaluasi hasil penyisihan,” terangnya.

Dina memuji event yang dinilainya mampu menambah kecerdasan siswanya dan mengangkat sekolahnya untuk dapat bersaing dengan sekolah di perkotaan.

Kepala UPTD Pendidikan Cipanas mengalungkan medali kepada finalis.

Sementara itu, M Danu mengaku, senang bisa menjadi bagian dari finalis dan membanggakan orangtuanya yang berprofesi sebagai penambang emas. Danu mengaku, berkonsentrasi selama lomba, selain sudah belajar sebelumnya sebagai persiapan.

“Sebenarnya soal ada di mata pelajaran. Terkadang suka ada soal yang menjebak. Tidak terburu-buru saja jawabnya. Manfaatkan waktu yang ada,” papar siswa yang bercita cita menjadi guru itu.

Kepala UPTD Pendidikan Cipanas Sukarno Jaya menyambut baik Bintang Sains yang menyediakan hadiah luar biasa, yakni memperebutkan piala Bupati Lebak dan study tour ke luar negeri. Ia berharap, ada perwakilan dari Kecamatan Cipanas yang menjadi tiga besar juara. Menurutnya, para finalis harus memanfaatkan waktu tersisa untuk belajar lebih giat. “Di final pastinya soalnya lebih sulit, persaingan juga akan lebih ketat,” ujarnya. (nce/zai/ira)