Bintang Sains Kecamatan Sobang: Siswa Kelas III Beri Kejutan

LEBAK – Kejutan terjadi pada hari keempat Bintang Sains 2019 Kabupaten Lebak, kemarin (11/10), yang diikuti peserta dari Kecamatan Sobang. Salah satu peserta yang menjadi finalis masih duduk di bangku kelas III yang masih berusia delapan tahun bernama Zakia Nirmala dari SDN 1 Hariang.

Di Kecamatan Sobang, sebanyak 152 siswa dari 18 sekolah dasar (SD) yang ikut berlaga pada lomba. Event ajang pengetahuan matematika dan sains itu digelar di gedung PGRI Kecamatan Sobang. Lomba disaksikan Kepala UPTD Pendidikan Sobang Suparman, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sobang, Sanin, Ketua PGRI Sobang, Rasta dan Pengawas SD Kecamatan Sobang Supyandi.

Jalannya lomba berlangsung kompetitif. Semua peserta tampak percaya diri menjawab pertanyaan yang dibacakan host. Peserta mulai berguguran di soal matematika. Hasilnya, finalis didominasi perempuan dengan menempatkan tujuh peserta.

Namun, yang mengejutkan, yaitu salah satu finalis, yakni Zakia Nurmala dari SDN 1 Hariang masih kelas III. Zakia sukses menyisihkan senior-seniornya yang rata-rata duduk di bangku kelas V. Putri pasangan Fuad Efendi dan Susilowati itu pun berhasil membanggakan guru pendamping dan kepala sekolah, serta mengangkat citra sekolah dengan menjadi tumpuan di final. “Zakia berhasil lolos karena rajin belajar,” puji Fuad, ayah Zakia.

Fuad mengaku bangga dan tak menyangka putrinya bisa menjadi bagian dari sepuluh finalis mewakili Kecamatan Sobang pada babak final. “Alhamdulillah, di sekolah juga anak saya juara kelas,” ucapnya tersenyum.

Sementara itu, Zakia yang bercita-cita menjadi dokter itu mengaku senang bisa masuk final. “Soal-soalnya ada kok di pelajaran. Yang agak susah matematika,” akunya malu-malu.

Disinggung persiapan menjelang final, Zakia berjanji akan lebih giat belajar. “Saya pengin jadi juara,” harapnya.

Terkait itu, Kepala UPTD Pendidikan Sobang Suparman optimistis sepuluh finalis binaannya akan berprestasi di babak final dan meraih juara. Ia pun mengimbau kepala sekolah dan guru pendamping agar mempersiapkan siswanya yang menjadi finalis dengan pembekalan.

“Saya kira pengetahuan siswa kami tak kalah dengan siswa di kota. Saya optimistis mereka bisa menjadi yang terbaik di grand final nanti,” ucapnya.

Ia pun menyambut baik event Bintang Sains yang dinilainya sebagai lomba kreatif dan dikemas sangat menghibur tanpa menghilangkan subtansinya. “Jadi, anak juga tidak tegang,” tandasnya. (nce/zai/ira)