Bisa Manfaatkan CSR, Pemerintah Tak Punya Alasan Biarkan Sekolah Rusak

0
86
ilustrasi (foto: Istimewa)

SERANG – Minimnya anggaran pemerintah daerah selama ini selalu menjadi alasan pemerintah daerah dalam menyikapi ruang-ruang sekolah yang rusak.

Padahal, untuk menyikapi persoalan tersebut, anggaran daerah bukan satu-satunya cara untuk mengatasi sekolah-sekolah yang tak layak, sumber dana lain bisa digunakan dan diperbolehkan. Sumber dana tersebut adalah corporate social responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan yang ada di Banten.

Wakil Ketua Dewab Riset Daerah (DRD) Provinsi Banten Dodi Nandika menjelaskan, secara aturan penggunaan CSR perusahaan untuk perbaikan gedung sekolah sangat bisa dilakukan.

“Sangat jelas sekali bukan hanya tangung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat, termasuk CSR. Apalagi di Banten banyak industri,” ujar Dodi kepada awak media setelah coffee morning dengan awak media di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (22/12).

Menurut Dodi, memang tanggung jawab utama adalah pemerintah, namun dinegara manapun, masyarakat dan industri bisa ikut serta membantu menyikapi persoalan pendidikan tersebut.

Hanya saja, tinggal kemauan pemerintah daerah untuk merangkul perusahaan-perusahaan baik perusahaan milik negara, daerah, maupun swasta.

“Saya sudah pernah mebuktikannya, perusahaan sangat senang dirangkul pemerintah, misalnya SD Padaringcang sumbangan dari Mandiri, SMP sumbangan dari BNI, mereka pasti mau kan dan ada CSR nya,” kata Dodi.

Di Banten sendiri, industri ada lebih dari 14.000, itu menurutnya peluang bagi pemerintah untuk mengetaskan persoalan sekolah rusak di kabupaten kota di Provinsi Banten. “Pemerintah siapkan ruangnya untuk industri, donatur, voluntir untuk membantu, sekarang sudah saatnya harus seperti itu,” katanya.

Berdasarkan data dari DRD, ruang kelas rusak di Banten mencapai puluhan ribu. Tingkat SD, rusak ringan sebanyak 19.502, sedang 1.947, dan berad sebanyak 2.833. SLB, rusak ringan sebanyak 411, sedang 42, berat 18.

Sedangkan tingkat SMP, rusak ringan sebanyak 6.794, sedang 752, berat 974. SMA, rusak ringan sebanyak 2.286, sedang 229, dan berat 235, dan tingkat SMK, rusak ringan 3.393, sedang 202, dan berat 270. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)