Bitungjaya Jadi Gerbang Investasi

Kepala Desa Bitungjaya M Dedi (empat kanan, berpeci) memberikan santunan kepada para anak yatim piatu di desanya, beberapa waktu lalu. Dedi cukup dekat dengan masyarakatnya.

          TANGERANG – Gerbang Investasi Kabupaten Tangerang. Julukan ini untuk Desa Bitungjaya di Kecamatan Cikupa. Karenanya, keberadaan sekira 50 perusahaan di desa ini, salah satu faktor bidang perekonomian masyarakat menjadi sasaran program pembangunan Pemerintah Desa Bitungjaya.

          Sekretaris Desa Bitungjaya M Dahlan menceritakan ihwal julukan tersebut. Yakni, berkaitan dengan megaproyek kawasan pergudangan Griya Idola pada tahun ini. Kawasan pergudangan ini memang berada di Desa Dukuh, Kecamatan Cikupa. Namun, menurut Dahlan, gerbang masuk kawasan Griya Idola berada di desanya.

          ”Makanya, Bitungjaya gerbang investasi,” tegasnya kepada Tim Saba Desa Radar Banten di Kantor Desa Bitungjaya, Selasa (9/4). Dahlan mewakili Kepala Desa Bitungjaya Drs M Dedi.

          Soal program peningkatan perekonomian masyarakat Bitungjaya, menurut Dahlan, pihaknya terbantu dengan adanya puluhan industri di desanya. Hingga saat ini, ia menilai, peningkatan perekonomian masyarakat Bitungjaya cukup baik. Sebab, sejak sekira 50 perusahaan berdiri di desanya, penyerapan tenaga kerja dari warga Bitungjaya meningkat.

          Peningkatan perekonomian masyarakat Bitungjaya tak hanya akibat penyerapan tenaga kerja. Perekonomian masyarakat desa ini bertambah juga karena pemanfaatan limbah padat industri. Sisa hasil produksi industri di desa ini diolah menjadi barang bernilai ekonomis.

          ”Limbah produksi yang bisa didaur ulang, biasanya dikelola oleh warga masing-masing kampung. Tergantung di kampung mana pabriknya berdiri. Itu sih sudah dianggap jatahnya warga. Kalau (hasil olahan limbah padat pabrik-red) sudah dikumpulkan, biasanya mereka jual lagi ke pengepul,” jelas Dahlan.

          Kondisi itu tidak membuat Pemerintah Desa Bitungjaya berpangku tangan dalam peningkatan perekonomian masyarakatnya. Pemerintah desa telah menjalankan beberapa program pemberdayaan masyarakat. Antara lain, pelatihan bidang perbengkelan dan budi daya lele pada 2018.

          Dua program pemberdayaan masyarakat itu, diakui oleh staf Desa Bitungjaya Ahmad Rifa’i, sebagai program pembuka diawal kepemimpinan M Dedi sebagai Kepala Desa Bitungjaya pada 2017. ”Pak Lurah (menyebut M Dedi-red) kan terpilih sebagai kepala desa itu tahun 2017. Belum banyak program yang bisa beliau jalankan. Baru dua jenis pemberdayaan. Yaitu, pelatihan bidang perbengkelan sama budi daya lele. Itu tahun 2018,” jelasnya.

          Perkembangan Bitungjaya sebagai desa industri, juga membuat pemerintah desa berupaya menjaga kerukunan warganya. Sebab, keberadaan industri membuat desa ini memiliki masyarakat yang heterogen.

Kondusifitas desa, menurut Sekretaris Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bitungjaya Edi Kusnadi, karena pihaknya bersama pemerintah desa selalu berupaya memberikan pengarahan agar kerukunan warga tetap terjaga. ”Alhmadulillah, belum pernah terjadi gesekan. Kita sebagai aparatur desa, sering memberi sosialisasi untuk membentuk masyarakat yang utuh dan bertoleransi, baik secara resmi maupun tak resmi,” tutupnya. (pem/rb/sub)