BKKBN Sosialisasikan KB ke Milenial Pakai Medsos

0
401 views
Kepala Perwakilan BKKBN Banten Aan Jumhana membuka cara Rapat Koordinasi Mitra Kehumasan Progran KKBPK tingkat Provinsi Banten tahun 2019, Senin (9/12).

SERANG – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memanfaatkan media sosial (medsos) untuk menyosialisasikan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) kepada generasi milenial. BKKBN juga membuat konten sosialisasi dengan bahasa yang sesuai dengan target audiens.

“Di era sekarang, zaman milenial, menyampaikan informasi lebih mudah karena anak muda mainnya gadget. Selalu melihat medsos. Nah, peran kita bagaimana bisa menyampaikan program BKKBN itu melalui medsos,” kata Plt Kepala Biro Hukum Organisasi dan Humas BKKBN Ratna Juwita Razak usai menjadi pembicara pada Rapat Koordinasi Mitra Kehumasan ProgramKKBPK tingkat Provinsi Banten tahun 2019, Senin (9/12).

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga menggandeng media massa setiap ada event. Tinggal bagaimana caranya mengemas program KB untuk diinformasikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh generasi milenial yang menjadi sasaran program. Sasaran program KB ke arah milenial karena mereka nanti yang akan menjadi pemimpin bangsa.

“Jadi bagaimana mereka bisa merencanakan pendidikannya, pernikahannya, punya anak berapa, mulai dari sekarang diberikan pengetahuan. Ada juga Forum GenRe (Generasi Berencana) sebagai mitra. Mereka sangat aktif mengemas penyuluhan melalui medsos dengan bahasa mereka sendiri,” ungkap Ratna.

Pada kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Banten Aan Jumhana juga menyadari sosialisasi program KKBPK di era revolusi industri 4.0 memiliki tantangan tersendiri. Kini memerlukan cara komunikasi yang berbeda dan memilih media yang tepat sesuai segmen audiens, seperti menggunakan media sosial untuk generasi milenial.

“Ya ini bagaimana kesiapan kita sebagai pelaksana maupun kesiapan masyarakat dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 yang begitu pesatnya. Teknologi itu kan harus disikapi dengan bagaimana masyarakat bisa jelas betul terhadap informasi yang kita berikan,” ungkap Aan.

Karena itu, lanjut dia, tim media harus mampu melihat segmen mana yang cocok dengan bahasa apa dan dengan media apa. Misalnya ada cocoknya dengan media cetak. Ada yang lebih familiar dengan media sosial seperti Facebook atau lainnya. Semua itu dimungkinkan betul. “Sekarang harus lebih spesifik. Beda dengan dulu yang seragam,” lanjut Aan.

Mengenai segmen milenial yang menjadi sasaran sosialisi program KKBPK, kata Aan, potensi remaja di Banten begitu besar. Mereka perlu dibekali aspek kesehatan reproduksi. Mendorong mereka untuk terus melanjutkan sekolah. Tidak menikah di usia muda selain karena berisiko terhadap kesehatan, juga bagaimana kesiapan dalam berkeluarga dan menjadi keluarga yang baru di lingkungan masyarakat. “Remaja perlu ada pendampingan dari kita,” katanya.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Banten Komari yang menjadi pembicara mengungkapkan peran penting media massa dan wartawan dalam menginformasikan program KKBPK. “Tinggal bagaimana cara bekerja sama dan memberikan informasi kepada para jurnalis,” kata Komari. (aas)