Blangko Habis, 46 Ribu Warga Kota Serang Belum Kantongi KTP-El

0
1.045 views
HABIS: Seorang warga Kota Serang mengambil KTP-el yang sudah dicetak di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang, Rabu (19/7). Ketersediaan blangko KTP-el di Disdukcapil Kota Serang mulai hari ini habis. FOTO: QODRAT/RADAR BANTEN

SERANG – Persediaan blangko kartu tanda penduduk elekteronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Serang habis. Akibatnya, mulai hari ini, Disdukcapil tak dapat melakukan pencetakan KTP-el.

Mengetahui persediaan blangko KTP-el kritis, kemarin ratusan warga memenuhi ruang tunggu Disdukcapil untuk mengambil KTP-el. Bahkan, bangku yang disediakan tak cukup untuk menampung para warga sehingga sejumlah masyarakat duduk di lantai ruang tunggu.

Imas, warga Cipare, mengaku tak mendapat blangko KTP-el. “Saya perekaman minggu lalu (12/7). Disuruh datang lagi hari ini (kemarin-red), tapi malah dikasih surat keterangan, bukan KTP-el. Buat apa nunggu lama-lama kalau begitu,” tandas Imas sembari menunjukkan surat keterangan di ruang tunggu Disdukcapil Kota Serang di Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (19/7).

Bahkan, Imas juga tak mendapat informasi kapan ia dapat memeroleh KTP-el. Padahal, ia membutuhkan untuk berbagai keperluan.

Kemarin siang, di ruang pelayanan pendaftaran penduduk, blangko KTP-el hanya tersisa 30 keping. Padahal, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Serang Iis Nurbaeni kemarin mengajukan 500 keping blangko ke bendahara barang, tetapi yang disetujui hanya 150. “Sekarang tinggal 30 keping,” ujarnya.

Biasanya, tambah Iis, dalam sehari ia mencetak 330 sampai 350 keping KTP-el. Sekali pengajuan, ia mengusulkan seribu keping untuk tiga hari. Namun, kemarin, usulan tak bisa dipenuhi karena ketersediaan yang semakin menipis.

Kata dia, 30 keping yang tersisa itu juga bakal habis lantaran usulan telah menumpuk. “Kalau persediaan memang sudah kosong, besok (hari ini-red) tidak kami keluarkan,” ungkapnya.

Iis menerangkan, usulan masyarakat untuk pencetakan KTP-el banyak. Namun, ada beberapa warga yang tidak bisa dicetak KTP-elnya karena bio pusat atau belum proses penunggalan. Hal itu yang belum dipahami dan terkadang tidak mau dipahami masyarakat. “Kami bukannya mau menghambat atau memperlama proses pencetakan. Kalau siap cetak, ya kami cetak selama blangkonya ada,” terang Iis. Beberapa warga yang belum proses penunggalan harus menunggu konfirmasi dari pemerintah pusat yang waktunya tidak dapat ditentukan.

Sekretaris Disdukcapil Kota Serang Hudori KA mengatakan, pekan depan, Kepala Disdukcapil Kota Serang Ipiyanto akan menghadap ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk meminta blangko KTP-el. “Kenapa pekan depan, karena yang mempunyai kebijakan yakni Dirjen sedang berada di luar dan akan kembali ke kantor pekan depan,” ungkapnya.

Namun, surat usulan pengajuan blangko sudah dibuat kemarin. Dalam surat itu, Disdukcapil membutuhkan 25.402 keping blangko hingga akhir tahun. Jumlah itu dibutuhkan untuk 11.873 data warga yang siap cetak dan 13.529 yang sudah perekaman KTP-el tapi belum siap cetak. “Kami juga antisipasi untuk yang pindah datang, rusak, hilang, dan tercantum masa berlaku,” urai Hudori.

Selama blangko belum ada, pihaknya akan mengeluarkan surat keterangan. Sejak tahun lalu sampai saat ini, Disdukcapil sudah menerbitkan sekira 50 ribu surat keterangan. Ia juga belum dapat memastikan kapan Kemendagri akan memberikan blangko KTP-el ke Kota Serang. “Jadi kami belum tahu, sampai kapan pencetakan KTP-el tidak bisa dilaksanakan karena ketiadaan blangko. Kalau blangko ada, tinta ada, server oke, dan lainnya juga oke, kami pasti cetak,” ujarnya.

Kata dia, sejak 2014 sampai 2016, Kemendagri sudah mengirimkan 86.572 keping blangko KTP-el. Sementara, April lalu Kota Serang kembali mendapatkan kiriman 10 ribu keping dan enam ribu keping pada bulan berikutnya. Dengan begitu, Kota Serang sudah menerima 102.572 keping blangko. Namun, dari jumlah itu, 3.594 keping di antaranya rusak. Selebihnya sebanyak 98.534 KTP-el jadi.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Kota Serang, Gema Advaita menguraikan, dari jumlah wajib KTP sebanyak 434.017 orang, yang sudah perekaman KTP-el sebanyak 408.799 orang. Namun, jumlah kepemilikan KTP-el baru 387.034 orang dari jumlah wajib KTP. Sedangkan, jumlah cetak KTP-el sampai Juni kemarin sudah 410.506 orang. Dengan begitu, masih ada 46.983 warga yang belum memiliki KTP-el, baik itu karena belum dicetak maupun belum perekaman. “Jumlah pencetakan memang lebih banyak dari kepemilikan, karena satu NIK (nomor induk kependudukan-red), bisa satu sampai dua kali pencetakan karena rusak atau hilang,” ujarnya.

Sementara, tambah Gema, kepemilikan KTP-el didapat dari hasil konsolidasi Kemendagri semester II tahun 2016. Sedangkan data terbaru ada di semester I tahun ini sekira Agustus nanti. (Rostinah/RBG)