BLKD Jatimulya Ciptakan Buruh Profesional

TANGERANG – Pemerintah Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang berencana meningkatkan skill masyarakatnya yang notabennya bekerja sebagai buruh pabrik di sekitar wilayah desa. Untuk itu pihaknya akan membangun balai latihan kerja desa (BLKD). Hal itu bertujuan menciptakan tenaga kerja buruh yang professional, dan bisa terserap di industri dengan penghasilan yang menjanjikan.

Penjabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Jatimulya Samsudin mengatakan, potensi lain di desanya memang belum ada yang bisa diunggulkan selain mayoritas warganya yang bekerja sebagai buruh pabrik.  “Kami akui belum ada potensi yang dapat diunggulkan, maka itu dengan menggali potensi lewat BLKD diharapkan masyarakat yang bekerja di industri dan pergudangan ke depan tak hanya menjadi buruh kasar saja, namun bisa menjadi buruh ahli. Kualitasnya bertambah, gajinya juga,” katanya, Rabu (3/10).

Dalam BLKD, lanjut Samsudin, akan diisi dengan berbagai program pelatihan vokasi yakni pengelasan, pengolahan limbah, dan keamanan. Apalagi luas wilayah Desa Jatimulya ada sekitar 183 hektare  dengan delapan ribu lebih penduduk. Sedangkan sekira 80 hektare wilayahnya merupakan lahan industri dan pergudangan.  Untuk itu pelatihan vokasi itulah diharapkan bisa menyerap tenaga kerja dari masyarakat Desa Jatimulya.

Di samping rencana pembentukan BLKD, pihaknya juga sedang menuntaskan regulasi pembentukan badan usaha milik desa (Bumdes) yang diperkirakan sudah mencapai 99 persen. Rencananya, Bumdes tersebut akan diisi dengan unit usaha cetak peralatan hordeng. “Allhamdulillah Bumdes sudah terbentuk beberapa bulan lalu, pengurusnya sudah ada dan saat ini hanya sedang menunggu regulasi pencairan dana saja,” ungkapnya.

Untuk anggaran Bumdes mencapai angka sekitar Rp530 juta, dan dicairkan secara bertahap. Untuk tahap pertama, rencanannya akan dicairkan sebanyak Rp300 jutaan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk modal awal mulai dari dari sewa tempat, dan membeli mesin serta bahannya. Sedangkan sisanya, dicairkan pada tahap berikutnya untuk mendukung usaha jika sudah berjalan.

Hadirnya Bumdes tersebut nantinya akan menyerap tenaga kerja ditahap awal sekira 20-30 orang dari masyarakat. “Kebetulan pengurus Bumdes sudah mumpuni diusaha tersebut, dan target pasarnya pun sudah ada. Jadi pemasarannya sudah jelas, sekarang tinggal menunggu pencairan dana saja setelah itu bisa jalan. Semoga bisa berjalan dan berkembang sehingga bisa membantu meningkatkan perekonomian warga desa,” tutupnya. (pem/rb/adm)