Blusukan, Syafrudin Pastikan Normalisasi Kali Srewok

SERANG – Setelah lima tahun terjadi pendangkalan, Sungai Srewok di Lingkungan Sabrang 1, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, dilakukan normalisasi.

Normalisasi sungai dilakukan dengan mengeruk tumpukan lumpur yang bercampur sampah setebal sekira dua meter. Kamis (19/9), Walikota Serang Syafrudin mengecek langsung sungai sepanjang 30 kilometer tersebut.

Didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang M Ridwan, Syafrudin blusukan menyisir tepi sungai tersebut. Tanpa canggung orang nomor wahid di Ibukota Banten itu, menyisir semak-semak yang tumbuh memenuhi sekitaran sungai.

Syafrudin juga tampak memberi beberapa arahan kepada petugas DPUPR yang sedang melakukan pengerukan menggunakan mesin eskavator. Pantauan Radar Banten di lokasi, sungai tampak dangkal karena banyaknya lumpur yang mengendap. Selain itu, sungai yang menyisakan sedikit air menghitam itu, dipenuhi tumpukan sampah.

Normalisasi dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi banjir yang kerap terjadi saat musim penghujan. “Kita normalisasi biar setidaknya bisa mengurangi kebanjiran yang kerap terjadi. Karena ini salah satu penyebab banjir terjadi,” katanya kepada awak media di lokasi.

Menurutnya, banjir terjadi karena buruknya drainase. Selain pendangkalan karena lumpur, juga karena alirannya tersumbat oleh tumpukan sampah. “Makanya kita keruk sekira dua meteran, biar kembali normal,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang ini.

Pria kelahiran 9 Januari 1963 ini menargetkan sungai yang terhubung dari Sungai Parung, Pakupatan, dan Pasar Rau ini dapat kembali normal sebelum musim penghujan. “Ini pendangkalan luar biasa sekali dan kumuh. Ini yang secara bertahap kita akan terus normalisasi,” ujar Syafrudin.

Senada dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Serang M Ridwan. Kata dia sungai sepanjang 30 kilometer dan 19 saluran ini secara bertahap akan dinormalisasi. “Pak Wali minta sebelum musim hujan sudah bisa normal,” katanya.

Sementara diturunkan satu alat berat. Namun jika dibutuhkan akan ditambah alat eskavator untuk mempercepat normalisasi. (Ken Supriyono)