BMKG Ingatkan Ancaman Rob di Pandeglang dan Lebak

0
513 views

SERANG – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta warga di pesisir selatan pulau Jawa mewaspadai banjir pesisir atau rob. Kondisi itu terjadi akibat aktivitas pasang air laut, gelombang tinggi, dan curah hujan yang tinggi.

Prakirawan BMKG Kelas I Serang Tarjono mengatakan, peringatan dini banjir rob telah dikeluarkan BMKG pusat pada Rabu (27/5). Banjir rob yang diperkirakan melanda pesisir selatan pulau Jawa itu juga dapat melanda pesisir pantai sepanjang Pandeglang dan Lebak. “Hari ini (kemarin-red) ada beberapa wilayah seperti Sumur dan Labuan (Pandeglang) dan Binuangeun (Kabupaten Lebak) yang terjadi rob,” ujarnya kepada Radar Banten, Rabu (27/5).

Kata Tarjono, ada beberapa fenomena yang perlu diketahui masyarakat. Pertama, fenomena air laut pasang atau rob bukan tsunami namun fenomena alamiah yang biasa terjadi. “Setiap bulan terjadi dua kali yaitu saat bulan baru dan saat bulan purnama kurang lebih tiga hari sebelum dan sesudahnya,” katanya.

Kedua, secara umum untuk wilayah Banten dan Jawa Barat sedang masa peralihan musim dari musim penghujan ke musim kemarau sehingga potensi hujan terjadi pada siang dan menjelang malam. “Hujan yang terjadi  biasanya dalam kategori ekstrem, hujan lebat di atas 20 mm/jam, disertai angin kencang di atas 25 km/jam bahkan disertai kilat atau petir,” katanya.

Saat ini yang signifikan terjadi adalah tambahan atau supplay massa udara basah dari Samudera Hindia sebelah Barat Indonesia ditambah lagi tinggi gelombang di selatan Banten mencapai empat meter atau lebih. “Beberapa fenomena di atas terjadi bersamaan maka dapat mengakibatkan genangan atau banjir rob di wilayah pesisir,” terangnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap waspada tetapi tidak panik. Pengunjung pantai dan masyarakat yang beraktivitas di laut dan pantai seperti nelayan tetap harus hati-hati. “Mereka (nelayan dan pengunjung pantai-red) harap berhati-hati. Update terus info BMKG dan silakan diklarifikasi jika mendapatkan info,” pungkasnya.

ROB DI PANDEGLANG

Sementara di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, diterjang rob yang menyebabkan 135 hektare sawah di  Desa Panimbangjaya  terancam gagal tanam. “Puncak rob terbesar pada Senin (25/5). Lalu, hari-hari berikutnya  rob tidak sebesar yang terjadi pada Senin itu,” kata Kepala Desa Panimbangjaya Mulyadi.

Mulyadi mengaku rob tidak bepengaruh bagi pemukiman namun yang perlu dikhawatirkan berdampak pada padi milik petani. “Karena bisa dipastikan padi akan mati jika terendam air laut. Ini yang perlu dipikirkan adalah para petani mereka akan gagal tanam,” katanya.

Dihubungi melalui telepon seluler, Camat Sumur Suhaerudin memastikan, banjir rob hanya merendam rumah penduduk di Desa Cigorondong pada Senin (25/5) pagi. “Namun saat ini (kemarin-red) tidak ada banjir rob susulan. Bahkan situasi ombak laut sudah stabil,” katanya.

Sementara Camat Cikeusik Wahyu Awaludin mengabarkan, di wilayahnya rob terjadi berturut-turut selama tiga hari yang melanda Desa Cikiruh Wetan. Air pasang laut terjadi setiap pukul 06.00 pagi hingga pukul 11.00 WIB. Namun situasinya tidak sebesar pada Senin (25/5) lalu. “Sekarang (kemarin-sore-red) sudah surut, pagi masih banjir tetapi tidak sebesar Senin lalu,” katanya. (fdr-her/alt)