BNI Akad Kredit Massal 2.046 Debitur

SERANG – Permintaan perumahan sejalan dengan pertambahan penduduk. Seiring itu, kebutuhan terhadap lahan untuk perumahan akan semakin meningkat dan selanjutnya membuat harga tanah dan rumah terus meningkat. Harga rumah yang semakin tinggi tentunya menjadi beban bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Oleh karena itu, pemerintah memberikan solusi dengan menyediakan rumah subsidi dengan harga dan cicilan terjangkau, yang merupakan kategori rumah dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Rumah bersubsidi ini ditawarkan dengan uang muka yang murah, bunga yang rendah, dan tenor cicilan yang lebih panjang.

Sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut berkontribusi dalam program tersebut. Tahun ini, BNI mendapatkan kuota penyaluran sebesar 12.000 unit rumah subsidi FLPP.

Untuk mempercepat penyaluran rumah subsidi melalui KPR Sejahtera BNI FLPP, BNI kembali melaksanakan Akad Kredit Massal sebanyak 2.046 unit. Acara seremoni dipusatkan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (26/2).

GM Divisi Penjualan Konsumer Wiwi Suprihatno mengatakan, kuota penyaluran tersebut meningkat dari tahun ke tahun. Itu menunjukkan konsistensi BNI dalam mendukung program penyediaan satu juta rumah oleh pemerintah. Secara nominal, BNI menyalurkan KPR FLPP senilai Rp 914 miliar dan menyentuh 7.214 unit rumah pada 2018. Sementara pada 2019 mencapai Rp1,263 triliun atau menyentuh 9.743 unit rumah.

**PEMBUKAAN TABUNGAN MASSAL

Pada kesempatan yang sama, BNI juga melangsungkan pembukaan massal 2.046 tabungan BNI yang dilanjutkan dengan proses aktivasi 2.046 M-Banking untuk menunjang nasabah dalam melakukan transaksi e-Channel (Mobile Banking, Internet Banking, SMS Banking) di BNI. Ini sebagai pelaksanaan Gerakan Ayo Menabung yang digelorakan oleh pemerintah untuk segenap masyarakat Indonesia.

Untuk mengedukasi serta meningkatkan awareness masyarakat mengenai pentingnya proteksi diri, BNI juga bersinergi dengan perusahaan anak yaitu BNI Life untuk melakukan pembukaan massal sebanyak 2.046 asuransi personal accident. Pada kegiatan tersebut, BNI juga mengenalkan berbagai kemudahan bagi nasabahnya melalui pelayanan berbasis digital, diantaranya dengan pengajuan kredit perumahan melalui apliaksi online (BNI E-Form). Layanan ini yang dapat diakses melalui website resmi BNI www.bni.co.id ataupun melalui aplikasi BNI Mobile Banking.

Untuk membangun budaya cashless society di kalangan masyarakat, BNI juga mengenalkan produk dan layanannya yang berbasis digital yaitu aplikasi Mobile Banking serta kartu BNI Tap Cash. Produk dan layanan ini mampu menjawab atas kebutuhan masyarakat dalam melakukan transaksi finansial sehari-hari seperti halnya pembayaran tagihan bulanan, pembelian pulsa, transfer rekening, sampai dengan membayar parkir.

Kepala BNI Kantor Cabang Serang Rahmanto mengungkapkan, untuk akad kredit massal tersebut ada sekitar 40 nasabah BNI Serang. Sementara yang dilakukan penandantangan serentak ada 25 nasabah.

“Sebelumnya sudah ada nasabah yang terlebih dahulu melakukan akad kredit,” katanya.

Menurutnya, dari kuota yang didapatkan BNI tahun sebanyak 12.000 unit, BNI Serang mendapatkan kuota sekitar 500 unit. BNI Serang akan memaksimalkan penyerapan kuota ini dengan menambah kerja sama dengan pengembang di Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, dan Kota Serang.

“Mudah-mudahan sebelum Juni, kuota bisa terserap dengan baik,” katanya.

Pgs Head of Consumer Retail Kanwil BNI Jakarta BSD Ambar Asmara Hadi mengatakan, akad kredit massal 2020 ini berlangsung di 14 kota jaringan BNI, salah satunya Serang. Ini untuk mendukung program satu yang dicanangkan pemerintah dan upaya pemerataan tingkat hunian bagi masyarakat.

“Agar masyarakat bisa memiliki hunian dengan harga terjangkau,” katanya.

Kantor Perwakilan BI Banten James Tobing mengatakan, Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan khususnya di Provinsi Banten dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

“BI Banten memberikan apresiasi kepada BNI yang ikut mendukung program satu juta dari pemerintah,” katanya.

Ia mengungkapkan, rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, tapi juga wadah sosial yakni berbangsa, bernegara, beragama, dan berakhlak. Permintaan terhadap hunian semakin mengalami peningkatan yang dipengaruhi beberapa faktor antara lain tingkat pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, peningkatan pendapatan, kemudahan fasilitas pendanaan.

“Pemerintah juga menyediakan program satu juta rumah untuk memfasilitasi masyarakat, salah satu FLPP,” katanya. (*)