BNN dan Pemkot Serang Bentuk Jejaring Berwawasan Anti Narkoba

0
265
Net. ILUSTRASI
Net. ILUSTRASI

SERANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten bekerjasama dengan Pemerintah Kota Serang membentuk ‘Jejaring Berwawasan Anti Anti Narkoba’ di Kantor Kesbangpol Kota Serang, Rabu (27/1/2016). Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan BNN pusat dalam rangka memerangi Narkoba.

Baca Juga : BNN : Fasilitas Umum di Kota Serang Kerap jadi Tempat Pesta Narkoba

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi Banten Sugino mengatakan, membasmi narkoba harus dilakukan secara beramai-ramai atau dikeroyok. “Melalui pembentukan jejaring ini, berapa cakupan narkoba ini bisa mengukur dan ke depan para stakeholder yang hadir ini bisa menyebar luaskan pengetahuannya akan bahaya narkoba. Endingnya bersih narkoba atau mengurangi. Dengan anggaran yang ada di setiap SKPD bisa ikut memasukkan sosialisasi bahaya narkoba kepada masyarakat,” katanya.

Asisten Daerah (Asda I) Pemkot Serang, Dudung Budi Priatna mengatakan, untuk pembentukan jejaring di Kota Serang, sebenarnya sudah ada yang namanya BNNK, yang diketui oleh Wakil Walikota. Hanya saja belum sampai ke akarnya di bawah. “Jadi pembentukan jejeringan anti narkoba ini sangat bagus. Pemkot memfasilitasi hal ini, yang akan dikoordinatori melalui Kesbangpol,” katanya.

Dudung menjelaskan, tujuan paling utama dari pembentukan ini yakni untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Kaitan tempat nongkrong, maka akan berkoordinasi dengan semua SKPD terkait. Sehingga ini harus bersama-sama memeranginya. Memang diakui, kesadaran masyarakat juga relatif kurang.

Sementara itu, Kepala Kesbangkol Kota Serang Yudi Suryadi menambahkan, kemungkinan untuk pembentukannya untuk sementara akan diisi oleh non struktural. Ia mengatakan, sebenarnya pencegahan bahaya narkoba ini sudah berjalan di setiap SKPD, suka disisipkan materinya lewat keprogram kegiatan, hanya saja kurang terakomodir, masih berjalan masing-masing.

“Ke depan, bagi setiap SKPD yang akan mesisipkan terkait narkoba akan ada laporannya ke kita (Kesbangpol-red) karena yang menjadi leading sektornya adalah Kesbangpol,” tandasnya. (Fauzan Dardiri)