BNN Sita Permen Dot Diduga Narkoba

Petugas BNN Kota Cilegon memeriksa makanan yang dijajakan pedagang di Pasar Blok F Cilegon, Rabu (4/4).

CILEGON – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon menyita permen dot yang terindikasi mengandung narkoba. Permen itu disita dari Pasar Blok F di Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, Rabu (4/4).

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Cilegon Candratika Ari Putranto menjelaskan, permen itu disita dari warung penjual makanan dalam kemasan di sektiar Pasar Blok F. Ada empat kardus yang disita. Sampel dari permen itu akan dibawa ke BNN pusat untuk dilakukan uji laboratorium terkait kandungan permen tersebut. “Ini kita lakukan karena sudah marak di media sosial terkait permen dot yang isunya mengandung narkoba,” katanya.

Menurut Candra, jika setelah uji laboratorium permen itu terbukti mengandung narkoba, BNN akan mengusut kasus itu hingga sumber produsen permen dan jalur distribusinya. “Hingga ke akar-akarnya kita usut,” tegasnya.

Untuk sementara, kata dia, permen itu diduga mengandung amfetamin. Kandungan itu menurutnya berbahaya bagi kesehatan orang yang mengonsumsinya, terlebih seorang anak kecil. BNN mengimbau orangtua untuk selektif dan memperhatikan makanan atau jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anaknya. “Setidaknya permen itu belum memiliki cap aman dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM),” jelasnya.

Kepada para pedagang, Candra mengimbau untuk selektif dalam menerima barang, baik dari distributor maupun perorangan. “Permen dot ini berasal dari Serang. Kata pedagangnya sih dari perorangan,” ujarnya.

Ayong, pemilik toko yang menjual permen itu mengaku baru sekitar satu bulan mendapatkan kiriman permen itu. “Saya mah namanya juga pedagang, ada yang bawa ya kita terima,” ujarnya.

Ayong mengaku, tidak tahu sama sekali jika permen itu mengandung narkoba. Atas kejadian itu, ia mengaku akan selektif dalam memilih barang dagangan. “Nanti saya hati-hati lah kalau terima barang,” tuturnya.

Dijelaskan Ayong, kiriman permen itu berasal dari Serang, tetapi dirinya tidak mengetahui secara persis siapa pengirim dan alamat perinci sumber barang itu. (Bayu M/RBG)