BNNP Banten Tes Urine Airport Security Bandara Soetta

0
296 views
Petugas BNNP Banten melakukan proses tes urine Airport Security di Bandara Soetta.

TANGERANG – PT. Angkasa Pura II (Persero) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten melakukan tes urine bagi para Leader Airport Security di Gedung 641 Posko Airport Security, Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Senin (28/9).

Pelaksanaan tes urine ini bertujuan sebagai alat deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba bagi personel. Angkasa Pura II ingin memastikan dan menjamin bahwa personel Airport Security Bandara Soetta bebas dari narkoba, sehingga dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi kepada pengguna jasa bandara.

Senior Manager Airport Security Bandara Soetta, Oka Setiawan mengatakan, kondisi penyebaran narkoba saat ini sudah sangat mengkhawatirkan, terbukti dengan adanya beberapa kasus penyelundupan narkoba yang berhasil diungkap di Bandara Soekarno Hatta akhir-akhir ini. Oleh karena itu, pihaknya melakukan tes urine sebagai upaya pencegahan mandiri di lingkungan pegawai Airport Security Bandara Soetta. “Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada BNNP Banten yang telah membantu Angkasa Pura II dalam rangka menindaklanjuti Inpres Nomor 2 tahun 2020 dan perintah dari Kementerian BUMN,” katanya.

Sebagai langkah awal, tes urine dilakukan kepada 100 orang Leader Airport Security, selanjutnya dapat dilakukan secara rutin dan bertahap bagi seluruh personel.

Dalam kesempatan ini, Angkasa Pura II juga memberikan reward bagi personel Avsec yang berhasil mendeteksi narkotika berupa Sabu seberat 1,2 kilogram pada tanggal 31 Agustus 2020 di Terminal 2.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat BNNP Banten Mita Maharani mengatakan, BNNP Banten terus berupaya melakukan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dengan menggerakkan seluruh potensi masyarakat yang ada di Provinsi Banten. “BNNP Banten tidak bisa bekerja sendiri, kami membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat baik dari lingkungan Pemerintah, Swasta, BUMN, Pendidikan, dan Organisasi Masyarakat. Dengan adanya kesadaran dari setiap perusahaan melakukan kegiatan pencegahan mandiri di lingkungannya, maka upaya mewujudkan Banten bersih Narkoba akan segera terwujud,” kata Mita.

Mita berharap, ke depan semakin banyak perusahaan yang melakukan kegiatan pencegahan mandiri baik melalui sosialisasi narkoba maupun tes urine. “Karena untuk menekan supply kita harus mengurangi demand–nya yaitu dengan meningkatkan upaya-upaya pencegahannya. Peredaran Narkoba tidak bisa dihentikan hanya dengan pengungkapan kasus saja, upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan harus dilakukan secara seimbang,” katanya. (*)