Bocah 7 Tahun di Cilegon Tewas Tenggelam di Bekas Tambang

0
2.705 views
Proses pencarian di bekas tambang pasir di Jalan Lingkar Selatan (JLS),  Lingkungan Kracak, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Rabu (6/5).

CILEGON – Fahri, anak laki-laki berusia tujuh tahun tewas tenggelam di kubangan air bekas tambang pasir atau galian C di Jalan Lingkar Selatan (JLS),  Lingkungan Kracak, Kelurahan Banjarnegara, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, Rabu (6/5).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa maut itu berawal saah Fahri bersama empat orang temannya yaitu Alfin (7), Rafa (7), Irfam (12), dan Abil (7) berenang di dalam kubangan sedalam tujuh meter tersebut.

Kelima bocah itu awalnya berenang menggunakan benda berupa spons, srkira pukul 14.00 WIB. Rupanya, korban tidak bisa berenang.

Saat asik berenang korban dan keempat temannya terjadi. Namu, empat teman korban bisa berenang dan berhasil ke tepi kubangan.

Tiba di tepi kubangan, keempat teman korban baru menyadari jika korban tidak bisa berenang dan tenggelam.

“Melihat kejadian tersebut teman-temannya yang selamat langsung memberitahukan informasi kepada orang tua korban selanjutnya orang tua korban menuju lokasi bersama warga sekitar, Bhabinkamtibmas Kelurahan Banjarnegara dan Babinsa Kelurahan Banjarnegara untuk melakukan pencarian, ” papar Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana, Kamis (7/5).

Warga beserta Bhabinkamtibmas dan Babinsa pun berupaya melakukan pencarian. Namun setelah dilakukan pencarian selama dua jam, korban masih belum ditemukan dan selanjutnya Bhabinkamtibmas meminta bantuan Basarnas Provinsi Banten dan BPBD Kota Cilegon.

Sementara itu, Kasubsi Ops Basarnas Banten Heru Amir menjelaskan, setelah mendapatkan informasi, pihaknya langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Setelah tim gabungan melakukan penyisiran dan pencarian, pukul 17.00 WIB, jenazah korban akhirnya bisa ditemukan.

“Jenazah kemudian langsung dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Diketahui, di Kota Cilegon sendiri, khususnya di sepanjang JLS, banyak terdapat kubangan air bekas tambang pasir.

Tambang yang telah lama tidak berpungsi tersebut digenangi air dengam berbagai macam kedalaman, sehingga sangat berbahaya bagi masyarakat khususnya anak-anak.

Karena itu, baik Yudhis maupun Heru mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat beraktifitas di sekitar bekas tambang tsrsebut. (Bayu M)