Bocah Hilang di Rangkasbitung, Ditemukan di Stasiun Merak

0
1.014 views
Fatir (kedua dari kanan) dijemput oleh keluarganya, Asmawati (kedua dari kiri) dan Agustina, disaksikan Bripka Seno (kanan) di ruang Reskrim Polsek Pulomerak, kemarin.

PULOMERAK – Nasib baik masih menaungi Fatir Hartawan, bocah berusia sekira delapan tahun asal Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Sempat diajak oleh seorang kakek dari Stasiun Rangkasbitung menggunakan kereta api, Fatir ternyata ditinggal begitu saja oleh pria misterius yang belum diketahui identitasnya itu di Stasiun Merak, Kota Cilegon, Sabtu (27/1) malam.

Mujur, Fatir bertemu Ansori (47) di depan Stasiun Merak, setelah sempat kebingungan lantaran ditinggal oleh kakek yang membawanya ke toilet. Ansori sempat membantu mencari kakek yang diceritakan Fatir. Karena tak kunjung ketemu, akhirnya Ansori memutuskan untuk mengantarkan Fatir ke Polsek Pulomerak pada Sabtu (27/1) malam sekira pukul 23.00 WIB.

Ansori (47) yang ditemui Radar Banten, kemarin, menceritakan bahwa saat hendak membeli makanan, dirinya berpapasan dengan rekannya yang sedang bersama Fatir makan es krim dan ayam goreng. “Saya tanya teman saya itu, anakmu Rob (nama teman Ansori-red)? Teman saya langsung jawab, bukan. Anak ini sepertinya hilang dan tidak tau mau ke mana, dan saya tanya-tanya anak itu,” kata Ansori mengutip keterangan temannya.

Lantaran waktu sudah malam dan tidak diketahui orangtuanya, akhirnya Ansori memutuskan untuk mengantarkan anak tersebut ke Polsek Pulomerak. “Saya sampai jam 00.00 WIB di Polsek. Anak itu tidur, saya pulang lantaran sudah dengan kepolisian maka amanlah,” ucapnya.

Fatir Hartawan anak yang hilang itu langsung dijemput oleh keluarga pada (Minggu 28/1) sekira pukul 10.15 WIB setelah orangtuanya mengetahui dari salah satu tetangganya melalui media sosial (medsos).

Tante dari Fatir Hartawan, Asmawati, mengatakan bahwa dia mengetahui keponakannya hilang sejak Sabtu (27/1) sekira pukul 18.00 WIB. Saat itu juga kata Asmawati, keluarga langsung mencari Fatir. “Fatir sempat mengantar ibunya ke stasiun dan balik lagi ke rumah. Fatir kemudian minta uang jajan. Dari situ Fatir tidak terlihat lagi oleh keluarga,” katanya menceritakan kronologis Fatir menghilang.

Asmawati mengaku, dirinya mendapatkan informasi dari salah satu tetangganya pada Minggu (28/1) sekira pukul 05.00 WIB bahwa Fatir berada di Polsek Pulomerak. “Ketika mendapatkan informasi itu, saya langsung ke Polsek Pulomerak,” tukasnya.

Menurut Asmawati, sebelumnya Fatir juga pernah hilang di daerah Maja saat bermain di areal stasiun kereta api. Namun, saat itu beruntung ada yang melihat Fatir. “Keluarga langsung menghubungi pihak KA untuk ikut mencari Fatir, hingga akhirnya ketemu. Kalau yang kejadian itu diantar oleh pihak KA ke rumah,” kata Asmawati.

Sementara itu, anggota Reskrim Bripka Seno membenarkan anak yang sempat hilang telah dijemput oleh keluarganya. “Ketika kami informasikan kepada semua pihak tentang anak hilang, pihak keluarga langsung menjemputnya. Kami langsung menyerahkan anak tersbut kepada keluarganya,” terangnya. (Adi/RBG)