Bocah Korban Pencabulan di Serang Alami Trauma

ilustrasi (foto istimewa)

SERANG – Dua bocah korban pencabulan, A dan E, masih belum dapat dimintai keterangan. Peristiwa pahit tersebut menimbulkan trauma kepada kedua korban.

“Sampai saat ini kita baru mendapatkan keterangan dari orangtua korban. Untuk anaknya sendiri, belum karena masih mengalami trauma,” kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Provinsi Banten M Uut Lutfi kepada Radar Banten, Jumat (20/7).

Dua bocah perempuan berusia enam tahun itu diduga telah dicabuli oleh dua bocah lelaki, Sabtu (9/6) lalu. Kedua pelaku berinisial J dan W dituduh telah mencabuli kedua korban di sebuah lapangan. Tak terima, kedua pelaku yang masih di kelas V sekolah dasar (SD) di Kota Serang itu dilaporkan ke Mapolres Serang Kota, Sabtu (9/6).

“Dalam proses pendampingan kasus ini, kita juga akan berhati-hati. Jangan sampai, korban dan pelaku mengalami tekanan. Keduanya kan masih anak-anak di bawah umur,” terang Uut.

Untuk memulihkan kondisi kejiwaan korban, LPA Banten mendatangkan psikolog. Sebab, kasus serupa pernah terjadi di lingkungan korban beberapa waktu lalu.

“Kita dapat informasi sebelumnya pernah ada kejadian pencabulan juga di sana. Tapi, pelakunya orang dewasa. Makanya, kita akan libatkan psikiater untuk menggali informasi dari korban,” tutur Uut.

Sebelumnya, Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Komarudin mengatakan, penyidikan dugaan pencabulan itu akan berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Serang. “Kasusnya sudah kita tindak lanjuti. Kita masih koordinasi dengan P2TP2A untuk menunggu rekomendasi proses penyidikannya,” kata Komarudin.

Komarudin memastikan penyidikan terhadap kasus dugaan pencabulan tersebut berlanjut.  “Proses hukum tetap berjalan, hanya tidak dilakukan penahanan. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya,” kata Kapolres. (Rifat A/RBG)